Dalam pernyataan resminya Jumat, 13 Februari 2026, DP World menunjuk Essa Kazim sebagai ketua dewan direksi baru dan Yuvraj Narayan sebagai CEO grup, menggantikan Sulayem yang mengundurkan diri “berlaku segera”.
Dikutip dari CNBC Internasional, Sabtu 14 Februari 2026, Pengunduran diri ini disampaikan melalui keterbukaan informasi di Nasdaq Dubai, tempat obligasi DP World tercatat. Langkah tersebut menyusul rilis dokumen Departemen Kehakiman AS yang mengungkap Epstein pernah menyebut Sulayem sebagai “teman pribadi dekat” dan “salah satu orang kepercayaannya”. Meski demikian, Sulayem tidak pernah didakwa melakukan pelanggaran pidana.
DP World menyatakan pergantian pimpinan ini dilakukan demi menjaga arah bisnis perusahaan. Dalam keterangan resminya, perusahaan menegaskan bahwa penunjukan baru tersebut bertujuan mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat peran Dubai sebagai pusat perdagangan dan logistik global.
Kazim sebelumnya menjabat sebagai gubernur Dubai International Financial Centre (DIFC), sementara Narayan telah menjadi wakil CEO sekaligus CFO DP World sejak 2005.
Tekanan terhadap Sulayem meningkat setelah sejumlah mitra internasional menghentikan sementara kerja sama baru dengan DP World.
Dana pensiun terbesar kedua di Kanada, La Caisse – yang telah menanamkan lebih dari 5 miliar Dolar AS bersama DP World dalam satu dekade terakhir – menyatakan akan menunda tambahan investasi.
“Penting untuk membedakan perusahaan, DP World, dari individu, Sultan Ahmed bin Sulayem, yang menjadi fokus situasi saat ini,” kata La Caisse.
Mereka menambahkan telah meminta perusahaan “memberi kejelasan atas situasi ini dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.”
Sikap serupa juga diambil oleh British International Investment, yang berinvestasi bersama DP World di empat pelabuhan Afrika. Lembaga tersebut menyatakan tidak akan melakukan investasi baru sampai DP World mengambil tindakan yang dianggap memadai.

