Jangan Cuma FOMO, Ini Pentingnya Literasi Aset Digital dan Kripto. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA – Industri aset digital, kripto dan teknologi blockchain berkomitmen untuk terus mendorong literasi agar masyarakat tidak mudah terjebak pada fenomena ‘ikut-ikutan’ atau Fear of Missing Out (FOMO).
“Dengan pemahaman yang lebih menyeluruh, pengguna diharapkan mampu menilai risiko, memahami produk, dan mengambil keputusan secara lebih rasional,” kata CEO Indodax William Sutanto dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Literasi Aset Digital
Dengan lebih dari 9,8 juta anggota, Indodax secara aktif dan konsisten mendorong literasi aset digital, kripto, dan teknologi blockchain di Indonesia sejak berdiri pada 2014.
Upaya tersebut dijalankan melalui Indodax Academy, kanal edukasi yang membahas berbagai topik seputar blockchain, bitcoin, mining, hingga aset kripto lainnya.
Melalui program ini, membangun pemahaman publik terhadap teknologi yang menjadi fondasi industri kripto, sekaligus memperkenalkan pentingnya pendekatan Do Your Own Research (DYOR) dalam mengambil keputusan.
“Kami ingin membantu masyarakat memahami kripto dan teknologi blockchain secara lebih utuh, termasuk risiko yang ada, sehingga keputusan yang diambil bisa lebih matang dan bertanggung jawab,” ucap William.
Bangun Industri Berkelanjutan
Langkah dan upaya yang dilakukan itu membuat Indodax menjadi salah satu dari 26 perusahaan penerima Fortune Indonesia Change the World 2025. Pengakuan ini diberikan kepada perusahaan yang dinilai memiliki dampak nyata melalui kegiatan bisnis dan inisiatif yang telah dijalankan secara berkelanjutan.

