Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Direktur Juventus Konfirmasi Kontrak Baru Weston McKennie

    February 14, 2026

    Usai Beri KTA, Sekjen Gerindra Tantang Bupati Sumedang Sejahterakan Warganya

    February 14, 2026

    Rezky Aditya: Padel Bukan Cuma Olahraga tapi Platform Bangun Komunitas : Okezone Women

    February 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»TNI di Ranah Terorisme: Ancaman bagi Supremasi Hukum

    TNI di Ranah Terorisme: Ancaman bagi Supremasi Hukum

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 14, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Menurut Peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, pelibatan militer dalam isu terorisme berisiko menimbulkan tumpang tindih kewenangan antara TNI dan Polri serta membuka ruang kembalinya pendekatan keamanan bergaya Orde Baru.


    Bambang menilai terdapat perbedaan mendasar antara peran TNI dan Polri. TNI memiliki mandat utama di bidang pertahanan negara, sedangkan Polri menjalankan fungsi keamanan dan penegakan hukum. 

    Dalam konteks terorisme yang selama ini diposisikan sebagai persoalan keamanan dan kriminalitas, pendekatan yang semestinya digunakan adalah penegakan hukum (law enforcement), bukan pendekatan militeristik.



    “Jika terorisme didekati dengan paradigma perang, maka yang muncul bukan lagi proses hukum, tetapi logika musuh yang harus dihabisi. Ini berbeda dengan pendekatan Polri yang menempatkan terorisme sebagai kejahatan yang harus diproses melalui mekanisme peradilan pidana,” ujarnya, kepada wartawan, Sabtu, 14 Februari 2026.

    Bambang menilai kebijakan pelibatan TNI justru berpotensi mendorong sekuritisasi isu terorisme secara berlebihan. Alih-alih memperkuat peran penegakan hukum oleh Polri, kebijakan tersebut dinilai bisa memperluas peran militer ke ranah keamanan dalam negeri. Jika dibiarkan berkembang tanpa batasan yang jelas, Bambang memperingatkan, situasi ini dapat menggerus prinsip negara hukum dan demokrasi.

    “Pendekatan militer berisiko merusak sistem peradilan pidana karena due process of law bisa terabaikan. Ini bertentangan dengan substansi negara hukum yang menjunjung tinggi proses hukum, akuntabilitas, dan perlindungan hak asasi manusia,” tegasnya.

    Bambang juga menyoroti bahwa gagasan pelibatan TNI dalam penanganan terorisme tidak lepas dari pengalaman penanganan kekerasan bersenjata di Papua yang dinilai belum efektif. Namun, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak digeneralisasi ke seluruh wilayah Indonesia.

    Menurutnya, pelibatan TNI di Papua lahir dari anggapan adanya keterbatasan aparat penegak hukum dalam menangani kelompok bersenjata. Meski demikian, perluasan peran militer ke ranah keamanan dalam negeri harus dibatasi secara ketat agar tidak meluas ke wilayah lain dan tidak mengaburkan batas peran institusional antara TNI dan Polri.

    Lebih jauh Bambang menegaskan pentingnya menjaga koridor peran masing-masing institusi. TNI harus tetap berada pada fungsi pertahanan negara, sementara Polri menjalankan peran keamanan dan penegakan hukum. 

    “Pembagian peran yang jelas adalah kunci menjaga demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia,” pungkasnya.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Usai Beri KTA, Sekjen Gerindra Tantang Bupati Sumedang Sejahterakan Warganya

    February 14, 2026

    Mayoritas Publik Yakin Pemprov NTT Punya Solusi untuk Masalah Warga

    February 14, 2026

    BGN Cairkan Rp32,1 Triliun dalam 1,5 Bulan untuk MBG, Dadan Klaim Rekor Baru

    February 14, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Direktur Juventus Konfirmasi Kontrak Baru Weston McKennie

    Berita Olahraga February 14, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Italia: Direktur olahraga Juventus, Marco Ottolini, mengonfirmasi bahwa klub sedang membicarakan potensi…

    Usai Beri KTA, Sekjen Gerindra Tantang Bupati Sumedang Sejahterakan Warganya

    February 14, 2026

    Rezky Aditya: Padel Bukan Cuma Olahraga tapi Platform Bangun Komunitas : Okezone Women

    February 14, 2026

    Marco Ottolini Lalui Banyak Tantangan pada Bulan Pertamanya di Juventus

    February 14, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Direktur Juventus Konfirmasi Kontrak Baru Weston McKennie

    February 14, 2026

    Usai Beri KTA, Sekjen Gerindra Tantang Bupati Sumedang Sejahterakan Warganya

    February 14, 2026

    Rezky Aditya: Padel Bukan Cuma Olahraga tapi Platform Bangun Komunitas : Okezone Women

    February 14, 2026

    Marco Ottolini Lalui Banyak Tantangan pada Bulan Pertamanya di Juventus

    February 14, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.