Sejumlah pedagang mengaku bisa meraup omzet belasan hingga puluhan juta rupiah selama festival berlangsung. Lonjakan penjualan ini didorong meningkatnya permintaan ikan bandeng yang secara tradisional identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek.
Salah satu pedagang, Apoy (50), mengatakan, dirinya hampir setiap tahun membuka lapak bandeng di Jalan Sukabumi Utara, Rawa Belong khusus menjelang Imlek. Sehari-harinya, ia berdagang ikan di wilayah Tangerang.
“Kalau sudah festival bandeng, saya bela-belain ke sini buat jemput rezeki,” ujar Apoy saat ditemui Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL di lokasi, Minggu, 15 Februari 2026.
Menurut Apoy, dalam dua tahun terakhir penyelenggaraan festival bandeng mengalami perubahan signifikan setelah ada keterlibatan Pemerintah Provinsi Jakarta. Acara budaya tahunan ini dikemas dengan berbagai pertunjukan seni.
Ia menilai konsep festival membuat aktivitas jual beli lebih tertata dan menarik lebih banyak pengunjung.
“Sekarang lebih ramai dan tertib. Pembeli juga nyaman, jadi penjualan naik,” katanya.
Pada festival tahun ini, Apoy mengaku sudah menjual sekitar tiga kuintal ikan bandeng hanya dalam dua hari pelaksanaan.
“Kalau dihitung kasar, sudah puluhan juta. Tapi total omzetnya nanti saya hitung setelah festival selesai,” ucapnya.
Peningkatan pendapatan ini memperlihatkan bahwa festival bandeng tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian tradisi budaya Betawi-Tionghoa menjelang Imlek, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi musiman bagi pedagang ikan di kawasan Rawa Belong.

