Pernyataan itu disampaikan Rutte saat berbicara di Munich Security Conference, seperti dikutip dari TPV News, Minggu, 15 Februari 2026.
Menurut Rutte, sekitar 65 ribu tentara Rusia tewas dalam dua bulan terakhir.
“Rusia menderita kerugian yang sangat besar dalam perangnya di Ukraina,” kata Rutte, menggambarkan skala kerugian yang dialami Rusia di medan tempur.
Rutte menegaskan, di tengah tingginya korban di pihak Rusia, NATO tetap berada pada posisi yang sangat kuat untuk menghadapi segala kemungkinan eskalasi.
Aliansi, kata dia, memiliki kapasitas penuh untuk menangkal serangan apa pun yang mengancam negara-negara anggotanya.
“Kita akan memenangkan setiap pertempuran dengan Rusia jika mereka menyerang kita sekarang, dan kita harus memastikan bahwa dalam dua, empat, enam tahun ke depan hal yang sama masih berlaku,” ujar Rutte dalam pertemuan dengan awak media, menekankan pentingnya kesinambungan kekuatan pertahanan NATO.
Lebih jauh, Rutte juga menyinggung arah transformasi NATO ke depan. Ia menyebut, aliansi akan semakin bergerak menuju struktur yang lebih dipimpin oleh negara-negara Eropa seiring meningkatnya belanja pertahanan di kawasan tersebut.
“Dalam beberapa tahun mendatang, kita akan semakin sering melihat NATO yang lebih dipimpin oleh Eropa, tetapi pada saat yang sama dengan Amerika Serikat yang sepenuhnya berakar dalam organisasi tersebut,” kata Rutte, menegaskan peran Amerika Serikat tetap krusial.
Rutte menambahkan, perubahan itu akan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi erat dengan Washington.
“Kami akan melakukan ini langkah demi langkah, bekerja sama erat dengan Amerika Serikat, berdasarkan proses perencanaan pertahanan yang kami miliki,” pungkasnya.

