Informasi tersebut berasal dari data IDF yang dirilis melalui mekanisme Kebebasan Informasi, sebagai respons atas permintaan organisasi non-pemerintah Israel Hatzlacha.
Dikatakan bahwa lebih dari 50.000 tentara di militer Israel memiliki kewarganegaraan ganda. Paling banyak dari mereka berasal dari AS yakni 12.135 orang dan Prancis 6,127.
Rusia berada di urutan ketiga, dengan 5.067 warga negara yang bertugas di militer Israel, diikuti oleh 3.901 warga Ukraina dan 1.668 warga Jerman.
Dari data tersebut juga tercatat personel yang berasal dari belasan negara Muslim.
Uzbekistan menempati urutan teratas dengan 264 orang, disusul Turki 112 orang, Maroko 72 orang, Iran 47 orang, Turkmenistan 31 orang, Tunisia 15 orang, Yaman 14 orang, Irak 5 orang, Bosnia 4 orang, serta Suriah 2 orang.
Selain itu, masing-masing satu warga tercatat berasal dari Indonesia, Mesir, Aljazair, dan Uni Emirat Arab.
Mengutip laporan Albalad.co, Senin, 16 Februari 2026, pemuda Indonesia yang menjadi prajurit Israel tersebut berusia sekitar 20 hingga 25 tahun.
Ia dilaporkan telah bergabung dengan IDF sejak tiga atau empat tahun lalu, meski detail terkait latar belakang dan proses perekrutannya tidak diungkap ke publik.

