Pengamat Citra Institute, Efriza mengatakan, meski Gibran tak lagi dipilih, namun tak lantas Prabowo bisa langsung dipasangkan dengan sejumlah sosok yang tengah populer di publik saat ini.
Beberapa nama menteri dicatat lembaga survei memiliki popularitas yang lebih tinggi ketimbang Gibran, seperti Sekretaris Kebinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa.
“Teddy atau Purbaya memang menarik, tetapi belum cukup menjadi indikator bahwa mereka akan otomatis masuk bursa cawapres 2029,” ujar Efriza RMOL, Senin 16 Februari 2026.
Magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu mengurai, salah satu alasan Purbaya tidak pas mendampingi Prabowo, berkaca dari sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang sebelum Pilpres 2024 lalu sempat punya angka popularitas tinggi.
“Purbaya berani, bekerja baik, tetapi mayoritas publik belum tentu menyukainya. Apalagi sosok Purbaya yang ceplas-ceplos, mendapat label ‘koboi’,” urai Efriza.
“Bahkan, baru-baru ini (Purbaya) malah berselisih paham dengan Menteri KKP, artinya diyakini sosok Purbaya memungkinkan hanya diperhitungkan sebagai sosok menteri, itu pun dengan catatan ia tidak kena reshuffle ya,” sambungnya.
Sementara untuk peluang sosok Teddy berpasangan dengan Prabowo, menurut Efriza secara etika politik tidak pas, sebab selama ini Teddy dipersepsi sebagai orang kepercayaan Prabowo yang loyal.
“Belum tentu juga Teddy akan didukung oleh para purnawirawan TNI,” tuturnya.
“Kecenderungan di Indonesia adalah perpaduan tokoh militer dan tokoh sipil,” sambungnya.

