Tim curling Swiss dan Swedia memperpanjang rekor kemenangan mereka di babak round-robin masing-masing pada Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026, Minggu (15/2).
Tim putra Swiss mengalahkan Inggris 6-5 untuk meraih kemenangan kelima berturut-turut, sementara Kanada menundukkan China 6-3 dan naik ke posisi kedua klasemen.
Di sisi lain, Amerika Serikat, salah satu tim termuda di sektor putra, mengejutkan juara bertahan Swedia dengan skor 8-5, kemudian menang atas Norwegia 10-8, menyamai catatan Inggris di posisi ketiga dengan rekor 4-2.
Curler AS Daniel Casper mengaku kagum dengan permainan Swedia. “Mereka tim luar biasa, mungkin yang terbaik sepanjang masa. Selalu menjadi kehormatan bermain dan belajar dari mereka,” kata Casper.
Di kompetisi putri, Swedia unggul 7-3 saat jeda, namun Inggris berhasil memperkecil defisit menjadi 9-7 setelah sembilan ends.
Skip Swedia Anna Hasselborg mencetak satu poin tambahan dengan double take-out di ends ke-10, memastikan kemenangan 10-7 dan mempertahankan rekor tak terkalahkan setelah lima pertandingan.
AS bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan China 6-5 dan menempati posisi kedua dengan empat kemenangan dan satu kekalahan.
Sementara itu, Korea Selatan menang 7-5 atas Jepang, dan Denmark menundukkan Italia 7-2, sama-sama menjaga peluang lolos ke semifinal.
Selain pertandingan, kontroversi curling Olimpiade kembali mencuat akibat pengawasan pertandingan yang lebih ketat.
Dalam ronde ke-9 kemenangan Inggris 9-4 atas Jerman, wasit mencatat dugaan pelanggaran “double-touch” oleh curler Skotlandia Bobby Lammie, di mana batu disentuh setelah dilepaskan.
Pelanggaran serupa sebelumnya terjadi pada tim Kanada, memicu perdebatan luas di media sosial.
Federasi Curling Dunia sempat menempatkan dua wasit bergerak antar pertandingan untuk memantau pelanggaran, namun kemudian memutuskan bahwa kehadiran mereka hanya atas permintaan tim.
Beberapa atlet menyatakan bahwa pelanggaran ini sulit diidentifikasi dan berbeda pendapat soal penggunaan video replay.
Johanna Heldin, pemain cadangan tim putri Swedia, menilai replay bisa mengganggu tempo permainan, sementara Tara Peterson dari tim AS menyatakan dukungannya: “Instant replay bisa sangat membantu, seperti di banyak cabang olahraga lain.”
Kasus ini menyoroti tantangan penegakan aturan curling di Olimpiade, terutama ketika pertandingan semakin kompetitif dan pengawasan meningkat, sementara para atlet tetap menekankan fair play dan sportivitas.
Artikel Tag: olimpiade, olimpiade musim dingin, milano cortina 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/swiss-dan-swedia-tetap-sempurna-di-babak-round-robin-curling-olimpiade

