Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Agama Nasarudin Umar di Hotel Borobudur, Jakarta pada Selasa 17 Februari 2026.
“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati satu Ramadan jatuh pada Kamis 19 Februari 2026,” kata Menag Nasarudin Umar.
Adapun sidang isbat turut dihadiri duta besar negara sahabat dan Ketua Komisi VIII DPR, perwakilan Mahkamah Agung (MA), Majelis Ulama Indonesia (MUI), pimpinan ormas Islam, dan perwakilan pondok pesantren.
Hadir pula perwakilan dari lembaga teknis dan sains: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); Badan Informasi Geospasial (BIG); Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Bosscha ITB; Planetarium Jakarta; dan para pakar falak, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag.
Keputusan isbat ini mengacu hasil pantauan atau rukyatul hilal yang digelar di 96 lokasi di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, keputusan Kemenag ini berbeda dengan penetapan Pengurus Pusat Muhammadiyah yang menetapkan awal Ramadan mulai Rabu 18 Februari 2026.

