Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sambut Imlek, Bursa China Tutup Sepekan

    February 17, 2026

    Marcos Santos Bongkar Kunci Sukses Arema FC Cetak 3 Kemenangan Beruntun di Super League 2025-2026 : Okezone Bola

    February 17, 2026

    44 Napi Konghucu Terima Remisi di Hari Raya Imlek 2026

    February 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Kebijakan Pangan Harus Disusun Proporsional dan Berbasis Ilmiah

    Kebijakan Pangan Harus Disusun Proporsional dan Berbasis Ilmiah

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 17, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Forum ini mempertemukan pakar gizi, ahli teknologi pangan, akademisi, pelaku usaha, serta pemangku kebijakan guna memperkuat pemahaman publik berbasis sains mengenai pangan olahan. Diskusi berlangsung di tengah berkembangnya persepsi publik yang cenderung menyamaratakan pangan ultra olahan sebagai makanan tidak sehat.


    Dekan sekaligus Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani menekankan pentingnya pendekatan ilmiah yang berimbang dalam melihat isu pangan olahan. 

    Menurutnya, diskursus mengenai UPF tidak dapat dipandang secara hitam putih karena sistem pangan modern tidak dapat dilepaskan dari peran teknologi pengolahan.



    “Kita tidak bisa memilih satu ekstrem. Kebijakan pangan harus disusun secara proporsional dan berbasis ilmiah agar tetap melindungi kesehatan masyarakat sekaligus realistis terhadap kebutuhan sistem pangan nasional,” ujar Eni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 16 Februari 2026.

    Ia menambahkan bahwa forum diskusi menjadi ruang strategis untuk menyatukan perspektif kesehatan publik, teknologi pangan, serta kebutuhan kebijakan yang kontekstual dan aplikatif bagi masyarakat.

    Sementara itu, Plt. Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Dr. Gunalan, menegaskan bahwa pelurusan pemahaman mengenai UPF penting agar tidak menimbulkan stigma yang dapat menghambat penyediaan pangan bergizi dalam skala nasional.

    “Istilah UPF sering dipahami secara sederhana dan disamaratakan sebagai pangan tidak sehat. Padahal, yang lebih penting adalah mutu gizi, keamanan, dan kesesuaian dengan kebutuhan penerima manfaat. FGD ini menjadi ruang ilmiah untuk meluruskan persepsi sekaligus memperkuat literasi publik,” ujar Gunalan.

    Dalam forum tersebut, para pakar juga menegaskan bahwa klasifikasi UPF tidak dirancang untuk menilai kualitas gizi secara langsung. Risiko kesehatan lebih dipengaruhi oleh konsumsi berlebihan, komposisi yang tidak proporsional, serta ketidaksesuaian dengan pedoman gizi seimbang.

    Melalui FGD ini, BGN bersama para pemangku kepentingan diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi berbasis sains guna mendukung kebijakan pangan yang tepat, sekaligus memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berfokus pada pemenuhan gizi, keamanan pangan, serta kebermanfaatan bagi anak Indonesia.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Sambut Imlek, Bursa China Tutup Sepekan

    February 17, 2026

    Sambut Imlek 2577 Kongzili, Menag Harapkan Kedamaian dan Kesejahteraan bagi Bangsa

    February 17, 2026

    Moskow Gelar Festival Tahun Baru Imlek

    February 17, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Sambut Imlek, Bursa China Tutup Sepekan

    Berita Nasional February 17, 2026

    Berdasarkan kalender resmi bursa, perdagangan di pasar daratan dihentikan mulai Senin, 16 Februari hingga Senin,…

    Marcos Santos Bongkar Kunci Sukses Arema FC Cetak 3 Kemenangan Beruntun di Super League 2025-2026 : Okezone Bola

    February 17, 2026

    44 Napi Konghucu Terima Remisi di Hari Raya Imlek 2026

    February 17, 2026

    Jika Ingin Kalahkan Benfica, Alvaro Arbeloa Minta Madrid Fokus

    February 17, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Sambut Imlek, Bursa China Tutup Sepekan

    February 17, 2026

    Marcos Santos Bongkar Kunci Sukses Arema FC Cetak 3 Kemenangan Beruntun di Super League 2025-2026 : Okezone Bola

    February 17, 2026

    44 Napi Konghucu Terima Remisi di Hari Raya Imlek 2026

    February 17, 2026

    Jika Ingin Kalahkan Benfica, Alvaro Arbeloa Minta Madrid Fokus

    February 17, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.