Dalam pertemuan bilateral tersebut, Menlu RI menegaskan komitmen kuat Indonesia untuk terus mendukung PBB dan menjunjung tinggi multilateralisme sebagai pilar utama penyelesaian konflik internasional.
Ia kemudian menginformasikan rencana partisipasi Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam pertemuan Board of Peace di Washington D.C. pada Kamis, 19 Februari 2026 bersama para pemimpin dunia.
Kepada Sekjen PPB, Sugiono menjelaskan bahwa keterlibatan RI dalam BoP tidak lepas dari komitmen pada Piagam PBB, penerapan Solusi Dua Negara, serta rujukan pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803.
“Posisi kami jelas: keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” tegas Menlu.
Ia menambahkan, keikutsertaan Indonesia dalam BoP merupakan wujud nyata komitmen untuk mendorong terciptanya perdamaian yang adil dan abadi.
Indonesia juga memastikan bahwa mekanisme pelaksanaan BoP tidak berjalan sendiri, melainkan bersinergi dan memperkuat berbagai upaya perdamaian yang telah dan sedang dilakukan PBB.
Menanggapi paparan tersebut, Sekjen PBB menyampaikan apresiasi atas konsistensi Indonesia dalam mendukung penyelesaian damai isu Palestina.
Guterres juga menyatakan keprihatinannya terhadap situasi di Tepi Barat yang dinilai secara terang-terangan melanggar hukum internasional dan resolusi-resolusi PBB yang berlaku.

