Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Eduardo Camavinga Mulai Kembali Menemukan Performa Terbaik

    February 17, 2026

    Ketegasan TNI AL Tahan Kapal Nikel Didukung Perusahaan Tambang

    February 17, 2026

    Gerak Cepat Pasukan Elite TNI Atasi Sedimentasi Muara di Aceh Tamiang Pascabencana : Okezone News

    February 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Terlambatkah Jokowi dan Gibran Jadi Tokoh Pro Pemberantasan Korupsi?

    Terlambatkah Jokowi dan Gibran Jadi Tokoh Pro Pemberantasan Korupsi?

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 17, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Artinya, isu pemberantasan korupsi masih menjadi isu teratas, pemilih merasa puas terhadap kinerja pemerintahan. Selebihnya, baru isu ekonomi seperti sering memberi bantuan kepada masyarakat dan program-program yang langsung menyentuh seperti MBG, Koperasi Desa, Sekolah Rakyat, dan lain-lain.


    Makanya tak aneh, kalau Jokowi, termasuk Wapres Gibran Rakabuming Raka, cepat-cepat mengidentikkan dirinya sebagai tokoh yang pro-pemberantasan korupsi. 

    Jokowi melalui persetujuan terhadap pengembalian UU KPK yang sudah diubah, Gibran melalui video monolognya yang mendesak disahkannya UU Perampasan Aset.



    Tanpa menyentuh isu pemberantasan korupsi secara konkret, maka sulit bagi Jokowi bekerja memenangkan PSI– bekerja mati-matian sekalipun. 

    Apalagi memenangkan Gibran, kalau berhadapan nanti dengan Prabowo. Karena itu, menyentuh isu pemberantasan korupsi sejak dini, sangat penting.

    Sebelum, menyetujui pengembalian UU KPK yang lama yang diusulkan mantan Ketua KPK, Abraham Samad kepada Presiden Prabowo, Jokowi menepis terlebih dulu bahwa perubahan UU KPK itu bukanlah inisiatif dari dirinya sebagai Presiden, tapi inisiatif dari DPR. Jokowi hendak cuci tangan terlebih dulu.

    Gibran pun, tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba saja mendesak agar segera dibahas dan disahkan UU Perampasan Aset. 

    UU ini memang sudah lama menjadi pembicaraan, dan dianggap solusi bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. Tapi, kenapa baru saat ini? Hari pemberantasan korupsi masih terlalu jauh, 9 Desember.

    Memang, DPR akan sulit untuk cuci tangan bahwa mereka tak menghendaki UU KPK itu diubah. Tapi Jokowi sebagai Presiden berlepas tangan, itu juga mustahil. 

    Tak mungkin UU KPK itu bisa diubah tanpa persetujuan Presiden. Tanpa ditandatangani sekalipun, UU KPK yang diubah itu akan tetap berlaku dengan sendirinya.

    Dan tak ada juga aktivis pro pemberantasan korupsi, ICW misalnya, yang datanya dipakai Gibran untuk membuat video monolog mendesak disahkannya UU Perampasan Aset, yang tiba-tiba mendukung Jokowi maupun Gibran sebagai tokoh yang pro-pemberantasan korupsi. Semuanya sudah terlambat. Jokowi sudah tak menjabat lagi.

    Tapi, memang target dukungannya bukan aktivis pro-pemberantasan korupsi, melainkan masyarakat luas. 

    Masyarakat luas harus tetap diyakinkan bahwa Jokowi dan Gibran adalah tokoh yang bersih yang pro-pemberantasan korupsi. 

    Terserah saja elit mau bilang apa. Kalau masyarakat luas menyakininya, elit tak bisa apa-apa.

    Untung saja, Gerindra dan PKS, termasuk Demokrat di sidang paripurna dulu, termasuk partai yang memberikan catatan terhadap Perubahan UU KPK tersebut. 

    Artinya, tidak semua partai juga yang kena seperti diarahkan Jokowi sebagai pihak yang mengubah UU KPK. Partainya Prabowo, yakni Gerindra, termasuk yang pro-pemberantasan korupsi.

    Erizal
    Direktur ABC Riset & Consulting





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Ketegasan TNI AL Tahan Kapal Nikel Didukung Perusahaan Tambang

    February 17, 2026

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadan 2026 Yogyakarta

    February 17, 2026

    Kemenkes Ungkap Biang Kerok Praktik Sunat Perempuan di RI Masih Marak

    February 17, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Eduardo Camavinga Mulai Kembali Menemukan Performa Terbaik

    Berita Olahraga February 17, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Spanyol: Setelah melewati tahun yang sulit, Eduardo Camavinga tampaknya mulai kembali ke…

    Ketegasan TNI AL Tahan Kapal Nikel Didukung Perusahaan Tambang

    February 17, 2026

    Gerak Cepat Pasukan Elite TNI Atasi Sedimentasi Muara di Aceh Tamiang Pascabencana : Okezone News

    February 17, 2026

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadan 2026 Yogyakarta

    February 17, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Eduardo Camavinga Mulai Kembali Menemukan Performa Terbaik

    February 17, 2026

    Ketegasan TNI AL Tahan Kapal Nikel Didukung Perusahaan Tambang

    February 17, 2026

    Gerak Cepat Pasukan Elite TNI Atasi Sedimentasi Muara di Aceh Tamiang Pascabencana : Okezone News

    February 17, 2026

    Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadan 2026 Yogyakarta

    February 17, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.