Demikian disampaikan Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) wilayah Jakarta Timur, Wandi Suardi saat perayaan Tahun Baru Imlek di Kelengteng Kong Miao di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa 17 Februari 2026.
“Kehidupan kita di Indonesia kalau ada keadilan pasti tidak ada kemiskinan,” kata Wandi.
Wandi menuturkan, umat Konghucu sudah terdidik untuk bersikap adil, untuk memastikan kehidupan yang dijalani dapat sejahtera.
Namun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, Wandi mendapati keadilan menjadi barang yang mahal, sehingga upaya mensejahterakan rakyat menjadi sulit direalisasikan.
“Ya tapi itu kan ajaran, yang menyalahkannya bukan ajarannya, kita manusianya yang melanggar,” sambungnya menyesalkan.
Oleh karena itu, Wandi berharap pemerintahan Prabowo-Gibran dapat menegakkan keadilan, sebagai upaya untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
“Kita berharap untuk ke depannya bisa lebih baik dan lebih maju, keharmonisan kita selalu tetap terjaga,” demikian Wandi yang juga Ketua Bidang Peribadatan Kelenteng Kong Miao TMII ini.
Kelenteng Kong Miao diresmikan pada 23 Desember 2010, dengan desain arsitektur bangunan disesuaikan dengan filosofi HUT kemerdekaan Indonesia.
Terdapat 17 anak tangga menuju Da Cheng Dian (ruang utama) kelenteng, didukung 8 tiang utama, dan 45 tiang teratai yang melambangkan tanggal 17 Agustus 1945.

