
Jakarta, CNN Indonesia —
Sebagian warga yang menjadi korban bencana banjir bandang di Desa Huta Godang, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), mulai membangun rumah mereka secara mandiri tanpa bantuan pemerintah.
Seorang warga Desa Huta Godang, Jusni (50) di Tapsel, Rabu, mengaku memilih untuk memperbaiki sendiri rumahnya yang rusak setelah diterjang banjir bandang pada akhir November 2025.
“Rumah memang rusak cukup parah, atap dan tembok sudah hilang,” kata Jusni mengutip Antara, Rabu (18/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jusni mengaku hampir tiga bulan setelah bencana banjir bandang itu, ia bersama keluarganya mengungsi ke tenda darurat, dan kini sudah merasa kurang nyaman.
Untuk itu, dia lebih memilih untuk memperbaiki rumahnya yang rusak akibat banjir bandang tersebut, sehingga dapat kembali ditempati keluarganya.
“Kalau was-was pasti, jadi anak dan istri masih di tempat pengungsian ketika hujan turun,” ujar Jusni.
Lebih lanjut, dia juga mengaku meminjam sejumlah uang kepada sanak saudara untuk memperbaiki rumahnya yang rusak agar dapat ditempati sesegera mungkin.
Selain Jusni, warga lain yang juga memperbaiki rumahnya sendiri, yaitu Monang. Setelah pemerintah memperbaiki aliran Sungai Anggoli, ia mengaku langsung bergerak untuk memperbaiki rumahnya.
“Semoga setelah diperbaiki, tidak ada lagi bencana. Kami ingin hidup seperti dahulu,” ungkap Monang.
Sejumlah warga yang berada di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, saat ini sudah mulai memperbaiki dan menempati rumah mereka yang sempat terendam banjir bandang pada November 2025.
Selain memperbaiki rumah, warga juga berupaya kembali mendirikan rumah mereka dengan menggunakan bahan-bahan ala kadarnya, seperti papan kayu.
(tim/dal)
[Gambas:Video CNN]

