“Karena dia bukan penegak hukum, hanya saja kami minta kepada pemerintah setempat agar diatur ditempat-tempat orang berpuasa, hormati orang berpuasa,” kata Kiai Cholil lewat keterangan resminya, Kamis, 19 Februari 2026.
Menurutnya, perlu ada aturan agar jangan sampai warung makan menunjukkan makanan di depan orang yang sedang berpuasa.
Namun Dia mengingatkan, orang yang sedang berpuasa tidak perlu sampai melakukan sweeping di rumah makan yang masih buka pada Ramadan.
“Jangan sampai melakukan kemungkaran, karena dia tugasnya bukan mensweeping, cukup perkuat diri kita, tetapi kita saling menghargai (orang) berpuasa dan tidak berpuasa,” tegasnya.
Ia pun menegaskan bahwa menjaga kesucian Ramadan harus dilakukan dengan cara yang bijak dan sesuai aturan, bukan dengan tindakan sepihak yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.
Kiai Cholil mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan sikap saling menghormati antara yang berpuasa dan tidak berpuasa, serta menyerahkan penertiban kepada aparat dan pemerintah setempat agar suasana Ramadan tetap kondusif dan penuh kedamaian.

