Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gerard Martin Yakin Barcelona Akan Bangkit dari Keterpurukan

    February 20, 2026

    Pigai Menghadap Jaksa Agung Bahas Revisi UU HAM

    February 20, 2026

    Dokter Richard Lee Tidak Ditahan, tapi Wajib Lapor : Okezone News

    February 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Kasus Bundir Anak Berulang, Pemerintah Dituntut Evaluasi Sistem Perlindungan

    Kasus Bundir Anak Berulang, Pemerintah Dituntut Evaluasi Sistem Perlindungan

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 20, 2026No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), Natasya Restu Dewi Pratiwi menilai, kejadian bundir anak terbaru menjadi alarm darurat sistem perlindungan anak.


    Kasus bunuh diri anak di tahun ini yang cukup menggemparkan masyarakat ialah anak usia 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta kekinian anak usia 12 tahun di Demak, Jawa Tengah.

    “Ini bukan sekadar tragedi individual. Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2026, tercatat 120 kasus bunuh diri anak sepanjang periode 2023–2026,” urai Natasya kepada RMOL, Jumat, 20 Februari 2026..



    “Artinya, jika kasus bunuh diri anak terus berulang setiap tahun, maka persoalannya bukan kesalahan anak, melainkan pada sistem yang gagal mendeteksi, melindungi, dan merespons secara dini,” sambungnya. 

    Natasya menegaskan, setiap kasus bundir pada anak harus diverifikasi secara mendalam, guna memastikan solusi yang berbasis faktor risiko bunuh diri di lapangan dapat dipersiapkan dengan baik. 

    “Negara harus berhenti menggunakan pendekatan reaktif pasca kasus sudah terjadi. Jauh sebelum terjadi, identifikasi tren faktor bunuh diri anak harus diutamakan untuk menentukan wilayah prioritas intervensi dan deteksi dini anak dengan risiko bunuh diri,” pungkasnya.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Pigai Menghadap Jaksa Agung Bahas Revisi UU HAM

    February 20, 2026

    Wakajati Kepri Beber Alasan Tuntut Mati Fandi ABK Kapal Sabu 2 Ton

    February 20, 2026

    Iran Surati PBB, Ancam Serang Aset Militer AS Jika Trump Lancarkan Perang

    February 20, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Gerard Martin Yakin Barcelona Akan Bangkit dari Keterpurukan

    Berita Olahraga February 20, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Spanyol: Berbicara di Catalunya Radio (h/t SPORT), bek FC BarcelonaGerard Martin menyatakan…

    Pigai Menghadap Jaksa Agung Bahas Revisi UU HAM

    February 20, 2026

    Dokter Richard Lee Tidak Ditahan, tapi Wajib Lapor : Okezone News

    February 20, 2026

    Wakajati Kepri Beber Alasan Tuntut Mati Fandi ABK Kapal Sabu 2 Ton

    February 20, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Gerard Martin Yakin Barcelona Akan Bangkit dari Keterpurukan

    February 20, 2026

    Pigai Menghadap Jaksa Agung Bahas Revisi UU HAM

    February 20, 2026

    Dokter Richard Lee Tidak Ditahan, tapi Wajib Lapor : Okezone News

    February 20, 2026

    Wakajati Kepri Beber Alasan Tuntut Mati Fandi ABK Kapal Sabu 2 Ton

    February 20, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.