Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Valencia Butuh Restu Leeds untuk Permanenkan Largie Ramazani

    February 20, 2026

    Patroli Malam Cegah Perang Sarung

    February 20, 2026

    5 Pesepakbola Mualaf yang Ramaikan Puasa Ramadhan 2026, Nomor 1 Striker Timnas Indonesia! : Okezone Bola

    February 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Nyi Ageng Serang, Pahlawan Nasional Penasihat Perang Diponegoro

    Nyi Ageng Serang, Pahlawan Nasional Penasihat Perang Diponegoro

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 20, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Nyi Ageng Serang (1762-1855) adalah salah satu tokoh perempuan yang diangkat jadi pahlawan nasional dari perjuangan mengangkat senjata melawan kolonial sebelum abad ke-20.

    Putri atau Nyi yang juga pemuka agama perempuan keturunan Sunan Kalijaga itu memainkan peran krusial dalam Perang Jawa (1825-1830) melawan kolonial Belanda sebagai penasihat strategis Pangeran Diponegoro.

    Mengutip dari buku Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa 1785-1855 karya sejarawan Peter Carey, Nyi Ageng Serang memiliki pengaruh besar di Serang-Demak dalam mengobarkan perang melawan kolonial.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Kecakapannya dalam berperang turut andil membuatnya jadi penasihat perang Diponegoro.

    Bukan hanya penasihat, dia juga ditugasi Pangeran Diponegoro memimpin pasukan dalam Perang Jawa itu. Usia Nyi Ageng Serang tak lagi muda saat terlibat dalam perang tersebut, malah sudah tergolong lansia.





    Mengutip dari Ensiklopedia Pahlawan Nasional repositori Kemendikdasmen, pasukan di bawah kepemimpinan Nyi Ageng Serang pernah ditugaskan Diponegoro untuk mempertahankan daerah Prambanan.

    Ketika itu Nyi Ageng Serang sudah tua, sehingga terpaksa dibawa dengan tandu.

    Dalam berperang Nyi Ageng Serang menggunakan teknik gerilya benteng pendem ‘daun lumbu’ atau daun keladi hijau. Pasukannya berkerudung daun lumbu, sehingga dari kejauhan tampak seperti tanaman keladi, namun bila musuh mendekat diserang habis-habisan.

    Syiar Islam

    Nyi Ageng Serang tak cuma berperang, dia juga ikut mengajarkan ajaran Islam seperti Pangeran Diponegoro.

    Selain melakukan tasawuf setelah kembali ke Serang–sebelum Perang Diponegoro–jelang akhir hayatnya dia dilaporkan juga memilih tinggal di desa di Kulon Progo untuk mengajar ilmu dasar agama Islam dan baca Alquran pada masyarakat sekitar.

    Bukan hanya dikenal sebagai keturunan Sunan Kalijaga, Nyi Ageng Serang juga merupakan nenek dari RM Soewardi Surjaningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara-salah satu dari tiga serangkai pelopor pergerakan nasional.

    Negara kemudian menjadikan Nyi Ageng Serang sebagai pahlawan nasional lewat SK Presiden No.084/TK/1974 pada 13 Desember 1974.

    Perjuangan Nyi Ageng Serang

    Perempuan yang lahir dengan nama Raden Ajeng (RA) Kustiyah Wulaningsih Retno Edhi itu adalah putri dari Pangeran Natapraja, seorang penguasa daerah Serang di Jawa Tengah.

    Ayahnya merupakan Bupati Serang, terletak 14 km sebelah utara Kota Solo. Kmudian Pangeran Natapraja diangkat menjadi Panglima Perang Sultan Hamengku Buwono I.

    Kiprah Nyi Ageng Serang melawan kolonial Belanda sebetulnya bukan cuma di masa tua bersama Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa. Saat ayahnya menjadi Panglima Perang Sultan HB I, Nyi Ageng Serang juga turut bertempur melawan Belanda dalam Perang Giyanti.

    Mengutip dari laman Museum dan Cagar Budaya Vredeburg di Yogyakarta, “Sewaktu terjadi pertempuran antara VOC dengan pasukan ayahnya (Notoprojo) yang menolak perjanjian Giyanti (1755), gugurlah putra Pangeran Notoprojo yang selanjutnya Pangeran Notoprojo mempercayakan tampuk kepemimpinan pada putrinya, Nyi Ageng Serang.”

    Dalam salah satu pertempuran yang dipimpinnya, pasukannya kalah jumlah dan persenjataan hingga Nyi Ageng Serang ditangkap prajurit VOC.

    Setelah dibebaskan Belanda, beberapa waktu kemudian Nyi Ageng Serang–yang pernah menikah dengan Sultan Hamengku Buwono II–kembali ke Serang.

    Kemudian, ketika Pangeran Diponegoro mengumandangkan perang melawan Belanda, Nyi Ageng Serang bersama dengan suaminya yang kedua, Pangeran Kusumawijaya, menjawabnya dan memimpin pasukan.

    Dalam medan pertempuran tersebut, Nyi Ageng Serang harus menelan pil pahit dengan kehilangan suaminya.

    Pada sisa usianya yang sudah lanjut, didampingi cucunya yakni Raden Mas Papak, Nyi Ageng Serang terus berjuang dalam Perang Jawa bersama Pangeran Diponegoro.

    Nyi Ageng Serang wafat pada usia 76, dan sesuai wasiatnya, dia dimakamkan di Desa Beku, Kabupaten Kulon Progo. Kini di tengah kota Wates, Kulon Progo, monumen Nyi Ageng Serang sedang menaiki kuda seraya membawa tombak menjadi pengingat akan kepahlawanannya.

    Tulisan ini adalah rangkaian dari kisah ulama, tokoh, dan cendekiawan muslim yang menjadi Pahlawan Nasional Indonesia yang diterbitkan CNNIndonesia.com pada Ramadan 1447 Hijriah

    (kna/kid)


    [Gambas:Video CNN]






    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Giliran Politikus Demokrat Kritik Jokowi Mendadak Tolak Revisi UU KPK

    February 20, 2026

    Tanah Bergerak di Desa Tandihat Tapanuli Selatan

    February 20, 2026

    Kapolda Sumsel Kolaborasi dengan FKUB, MUI, dan LDII Jaga Kamtibmas

    February 20, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Valencia Butuh Restu Leeds untuk Permanenkan Largie Ramazani

    Berita Olahraga February 20, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Transfer: Valencia kini menghadapi dilema jelang bursa transfer musim panas terkait masa depan…

    Patroli Malam Cegah Perang Sarung

    February 20, 2026

    5 Pesepakbola Mualaf yang Ramaikan Puasa Ramadhan 2026, Nomor 1 Striker Timnas Indonesia! : Okezone Bola

    February 20, 2026

    Lee Zii Jia Yang Tiba-Tiba Datang ke Tim Nasional Untuk Bertemu Lee Chong Wei

    February 20, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Valencia Butuh Restu Leeds untuk Permanenkan Largie Ramazani

    February 20, 2026

    Patroli Malam Cegah Perang Sarung

    February 20, 2026

    5 Pesepakbola Mualaf yang Ramaikan Puasa Ramadhan 2026, Nomor 1 Striker Timnas Indonesia! : Okezone Bola

    February 20, 2026

    Lee Zii Jia Yang Tiba-Tiba Datang ke Tim Nasional Untuk Bertemu Lee Chong Wei

    February 20, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.