Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dilema Indonesia: Antara Diplomasi, Kedaulatan, dan Jerat Peace & Prosperity : Okezone News

    February 21, 2026

    Vincent Kompany: Eintracht Frankfurt Dulu, Der Klassiker Kemudian!

    February 21, 2026

    Diduga Aniaya Pelajar di Maluku, Oknum Brimob Ditetapkan Tersangka : Okezone News

    February 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»DPR Tegaskan LPDP Harus Tegakkan Kontrak di Tengah Polemik “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”

    DPR Tegaskan LPDP Harus Tegakkan Kontrak di Tengah Polemik “Cukup Saya WNI, Anak Jangan”

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 21, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Isu ini dinilai bukan sekadar soal pilihan kewarganegaraan, tetapi menyangkut akuntabilitas dana publik serta kepatuhan terhadap kontrak beasiswa negara.


    Sorotan mengarah pada suami DS, AP, yang merupakan alumni penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia diduga belum menuntaskan kewajiban pengabdian sebagaimana tercantum dalam kontrak beasiswa.

    Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, menegaskan bahwa persoalan utama terletak pada pemenuhan kewajiban penerima beasiswa.



    “Yang menjadi perhatian bahwa suaminya adalah penerima beasiswa dari LPDP yang belum memenuhi kewajiban pengabdian. LPDP berada di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan dibiayai oleh dana publik,” ujar Lalu, Sabtu, 21 Februari 2026.

    Ia menekankan bahwa setiap penerima beasiswa terikat kontrak untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia sesuai aturan yang telah disepakati.

    Menurutnya, polemik ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan penegakan kontrak LPDP. Ia juga menekankan pentingnya perlakuan yang adil bagi seluruh penerima beasiswa serta adanya konsekuensi tegas bagi pelanggaran komitmen.

    “Fokusnya bukan pada sentimen nasionalisme atau pilihan kewarganegaraan anak, melainkan pada integritas dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan negara. Itu yang jauh lebih penting untuk dijaga,” tegasnya.

    Sebelumnya, LPDP menyatakan tengah melakukan pendalaman internal dan pemanggilan terhadap AP terkait dugaan belum dipenuhinya kewajiban kontribusi pascastudi. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi LPDP.

    Di tengah sorotan publik, DS juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya, @sasetyaningtyas. Ia mengakui pernyataannya keliru dan berpotensi menimbulkan penafsiran negatif.

    “Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik,” tulisnya, Sabtu, 21 Februari 2026.

    Polemik ini menegaskan bahwa pengelolaan dana pendidikan negara menuntut integritas, kepatuhan kontrak, dan tanggung jawab moral dari setiap penerimanya.



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Penjualan Lesu, Tesla Turunkan Harga Cybertruck

    February 21, 2026

    Gaya Komunikasi Seskab Teddy Transformasikan Citra Istana Lebih Humanis

    February 21, 2026

    Begawan Jurnalistik, Pahlawan Pembela Jemaah Haji

    February 21, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Dilema Indonesia: Antara Diplomasi, Kedaulatan, dan Jerat Peace & Prosperity : Okezone News

    Program Presiden February 21, 2026

    Dilema Indonesia: Antara Diplomasi, Kedaulatan, dan Jerat Peace & Prosperity (Ilustrasi/Whitehouse) Oleh: Direktur Baitul Maqdis…

    Vincent Kompany: Eintracht Frankfurt Dulu, Der Klassiker Kemudian!

    February 21, 2026

    Diduga Aniaya Pelajar di Maluku, Oknum Brimob Ditetapkan Tersangka : Okezone News

    February 21, 2026

    Polisi Ungkap Kronologi Bripda MS Pukul Siswa di Tual hingga Tewas

    February 21, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Dilema Indonesia: Antara Diplomasi, Kedaulatan, dan Jerat Peace & Prosperity : Okezone News

    February 21, 2026

    Vincent Kompany: Eintracht Frankfurt Dulu, Der Klassiker Kemudian!

    February 21, 2026

    Diduga Aniaya Pelajar di Maluku, Oknum Brimob Ditetapkan Tersangka : Okezone News

    February 21, 2026

    Polisi Ungkap Kronologi Bripda MS Pukul Siswa di Tual hingga Tewas

    February 21, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.