SEMARANG, 21 Februari 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Bapak Pandu Dunia, Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah menyelenggarakan acara renungan Hari Baden Powell pada Jumat, 21 Februari 2026. Berpusat di Gedung Pramuka, Jl. Pahlawan No. 8, Kota Semarang, peringatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua Kwarda Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc..
Pelaksanaan renungan tahun ini digelar secara hybrid. Hadir secara langsung dalam acara tersebut Wakil Ketua Kwarda Jawa Tengah Bidang Abdimas dan Pramuka Peduli (Pramuli), Dra. Wika Bintang, MM , jajaran Andalan Kwarda Jawa Tengah , perwakilan Satuan Karya (Saka), Satuan Komunitas (Sako), serta jajaran Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Tengah. Secara daring, gelora semangat kepanduan ini juga diikuti secara serentak via Zoom oleh 35 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Jawa Tengah.
Peringatan Hari Baden Powell tahun ini mengusung pesan kemanusiaan yang mendalam, mengingat beberapa waktu terakhir wilayah Sumatera dan sejumlah daerah di Jawa Tengah tengah menghadapi ujian musibah alam berupa banjir dan tanah longsor. Dalam sambutannya, Kak Budi menegaskan bahwa di tengah situasi krisis tersebut, pengamalan nilai-nilai Dasa Dharma dan Tri Satya benar-benar sedang diuji.
“Baden Powell mengajarkan bahwa seorang Pramuka harus selalu siap menolong dan tabah menghadapi kesulitan. Inilah saatnya kita membuktikan bahwa Pramuka hadir bukan hanya saat upacara, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan ,” tegas Kak Budi. Beliau berpesan agar setiap kejadian bencana dijadikan ruang pembelajaran untuk menguatkan empati dan membentuk pribadi yang tangguh serta bermanfaat bagi sesama.
Selain berfokus pada misi kemanusiaan dan kerelawanan, Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah juga menyatakan kesiapan penuhnya untuk mendukung program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dukungan ini diwujudkan melalui dorongan agar seluruh anggota Pramuka mengambil peran aktif dalam:
-
Melakukan gerakan menanam dan menjaga ketahanan pangan di tingkat gugus depan dan kwartir.
-
Mengadakan kegiatan bakti wisata serta mempromosikan potensi lokal di berbagai kabupaten/kota.
-
Menerapkan edukasi kewirausahaan bagi Pramuka Penegak dan Pandega yang berlandaskan nilai kejujuran, keberkahan, dan ekonomi syariah.
Rangkaian acara renungan ini diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan ditutup dengan kebersamaan melantunkan lagu Syukur. Di pertengahan acara, dibacakan pula sejarah singkat perjalanan Lord Baden Powell beserta pesan terakhirnya yang abadi. Dalam pesan tersebut, Bapak Pandu Sedunia mengingatkan generasi muda bahwa jalan sejati menuju kebahagiaan adalah dengan membahagiakan orang lain, serta meninggalkan dunia ini dalam keadaan yang lebih baik.
Menjelang masuknya bulan suci Ramadan 1447 H , Kak Budi menutup amanatnya dengan harapan agar momentum Ramadan dan Hari Baden Powell ini menjadi penguat tekad, kedisiplinan, serta karakter anggota Gerakan Pramuka dalam mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

