Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Vitor Franca Senang dengan Peran Pemain Lokal di Tangerang Hawks

    February 21, 2026

    Soal Bripka Masias, Mabes Polri Jamin Transparansi Proses Hukum Hingga Tuntas

    February 21, 2026

    Polda Metro Jaya Rotasi 7 Kapolsek, Ini Daftar Lengkapnya : Okezone News

    February 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Negara Afrika Batalkan Uji Coba Vaksin yang Didanai AS

    Negara Afrika Batalkan Uji Coba Vaksin yang Didanai AS

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 21, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Keputusan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Guinea-Bissau, Joao Bernardo Vieira. 


    “Itu tidak akan terjadi, titik,” kata Vieira, dikutip dari RT, Sabtu 21 Februari 2026.

    WHO sebelumnya menyatakan bahwa desain uji klinis tersebut “tidak etis” karena berpotensi menimbulkan risiko serius bagi bayi. Studi ini direncanakan melibatkan sekitar 14.000 bayi baru lahir di Guinea-Bissau, negara yang memiliki tingkat infeksi hepatitis B termasuk tertinggi di dunia.



    Penelitian tersebut didukung hibah sebesar 1,6 juta Dolar AS dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

    Dalam desain uji coba, bayi akan dibagi secara acak ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama menerima vaksin saat lahir, kelompok kedua menerima vaksin pada usia enam minggu.

    Skema ini menuai kontroversi karena berarti setengah bayi tidak langsung menerima vaksin saat lahir. WHO memperingatkan bahwa penundaan tersebut dapat menyebabkan “kerusakan yang tidak dapat dipulihkan.”

    Menurut WHO, vaksin hepatitis B dosis lahir telah terbukti efektif selama lebih dari tiga dekade dan mampu mencegah 70-95 persen penularan dari ibu ke anak.

    Mantan Menteri Kesehatan Guinea-Bissau, Magda Robalo, menjadi salah satu pengkritik paling vokal terhadap proyek tersebut. Dalam wawancaranya dengan jurnal ilmiah Nature bulan lalu, ia menyebut uji coba itu “tidak dapat diterima dan seharusnya tidak dilanjutkan.”

    Sementara itu, tim peneliti dari Proyek Kesehatan Bandim yang berbasis di Guinea-Bissau, yang dijalankan oleh Universitas Denmark Selatan, membela tujuan ilmiah studi tersebut. Peneliti utama, Frederik Schaltz-Buchholzer, menyatakan bahwa perdebatan sudah bergeser ke ranah politik, bukan lagi diskusi ilmiah murni.

    Sebelum akhirnya dibatalkan, uji klinis ini sebenarnya sudah ditangguhkan sejak Januari untuk menunggu tinjauan etika. Penangguhan dilakukan setelah komite nasional yang berwenang belum meninjau protokol penelitian secara menyeluruh.

    Direktur Jenderal CDC Afrika, Jean Kaseya, menegaskan bahwa otoritas kesehatan Afrika harus tetap memegang kendali atas penelitian yang dilakukan di benua tersebut.

    Guinea-Bissau, salah satu negara termiskin di Afrika Barat, sebelumnya berencana memasukkan vaksin hepatitis B dosis lahir ke dalam jadwal imunisasi nasional mulai 2028.



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Soal Bripka Masias, Mabes Polri Jamin Transparansi Proses Hukum Hingga Tuntas

    February 21, 2026

    Penjualan Lesu, Tesla Turunkan Harga Cybertruck

    February 21, 2026

    Gaya Komunikasi Seskab Teddy Transformasikan Citra Istana Lebih Humanis

    February 21, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Vitor Franca Senang dengan Peran Pemain Lokal di Tangerang Hawks

    Berita Olahraga February 21, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Basket IBL: Pemain Tangerang Hawks, Vitor Franca bicara mengenai peran pemain lokal di…

    Soal Bripka Masias, Mabes Polri Jamin Transparansi Proses Hukum Hingga Tuntas

    February 21, 2026

    Polda Metro Jaya Rotasi 7 Kapolsek, Ini Daftar Lengkapnya : Okezone News

    February 21, 2026

    Bayern Hadapi Frankfurt Tanpa Neuer, Jonas Urbig Dapat Kepercayaan Penuh

    February 21, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Vitor Franca Senang dengan Peran Pemain Lokal di Tangerang Hawks

    February 21, 2026

    Soal Bripka Masias, Mabes Polri Jamin Transparansi Proses Hukum Hingga Tuntas

    February 21, 2026

    Polda Metro Jaya Rotasi 7 Kapolsek, Ini Daftar Lengkapnya : Okezone News

    February 21, 2026

    Bayern Hadapi Frankfurt Tanpa Neuer, Jonas Urbig Dapat Kepercayaan Penuh

    February 21, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.