Dalam artian, Prabowo berpeluang besar menggandeng figur lain sebagai calon wakil presiden (cawapres) di pemilu mendatang.
“Ya, kalau figur tentu ada. Dari demokrat ada AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), PKB ada Cak Imin (Muhaimin Iskandar), dan di PAN ada Zulhas (Zulkifli Hasan,” kata Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago kepada RMOL, Sabtu 21 Februari 2026.
Kendati begitu, Arifki menilai, belum tentu Prabowo bisa menang telak pada Pemilu 2029 jika berpasangan dengan salah satu figur dari parpol koalisi.
Sebab, akan ada dinamika politik baru pada Pilpres 2029 karena tidak ada lagi ambang batas pencalonan presiden atau nol persen nantinya.
“Pertanyaan, apakah Presiden Prabowo bakal menang telak jika memilih figur itu. Dalam memilihnya tentu tak bisa salah satu. Karena pilihan itu bakal bersaing dengan ambatas batas pencalonan presiden yang nol persen,” pungkasnya.

