Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tarif Dagang AS Jadi 10%, Seskab Teddy: Kita Sedia Payung Sebelum Hujan : Okezone Economy

    February 22, 2026

    Julian Chalias Sebut Satria Muda Menang Berkat Kerja Sama Tim

    February 22, 2026

    Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

    February 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Jakarta Butuh Pemimpin Berani Tegakkan Aturan Tanpa Pengecualian

    Jakarta Butuh Pemimpin Berani Tegakkan Aturan Tanpa Pengecualian

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 22, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Di Jakarta, era Gubernur Pramono Anung dan Wagub Rano Karno, stabilitas komunikasi dan konsolidasi birokrasi memang terasa lebih rapi. Namun pertanyaan mendasarnya sederhana: apakah kerapian itu diikuti perubahan nyata atas persoalan kronis kota?


    Direktur Eksekutif Koalisi Jakarta Present Taufik Tope Rendusara mengatakan, kemacetan masih menyita waktu dan produktivitas warga. Banjir kembali hadir sebagai siklus tahunan tanpa percepatan solusi struktural yang terukur. 

    “Terlebih tekanan biaya hidup belum menunjukkan perbaikan signifikan bagi kelompok rentan,” kata Taufik dalam keteranganya, Minggu 22 Februari 2026.



    Selain itu, kata Taufik, agenda transformasi kota jasa dan pusat bisnis terus dikedepankan, tetapi keseharian warga belum sepenuhnya mencerminkan lompatan kualitas hidup yang dijanjikan.

    Di sektor lingkungan, persoalan eksploitasi air tanah menjadi alarm yang tidak boleh diabaikan. Praktik pengambilan air tanah secara berlebihan masih terjadi, sementara ketegasan penegakan aturan terhadap pelanggaran belum terlihat konsisten dan transparan. 

    Padahal, dampaknya bukan hanya pada krisis air bersih, tetapi juga pada penurunan muka tanah yang memperparah risiko banjir dan kerusakan infrastruktur. Tanpa penegakan hukum yang tegas dan setara, komitmen menjaga keberlanjutan kota akan sulit dipercaya.

    Tata kelola dan prioritas anggaran pun menjadi sorotan. Efisiensi seharusnya terlihat pada penguatan layanan dasar, air bersih, transportasi publik, pengendalian harga pangan, bukan semata pada penataan program. 

    Reformasi birokrasi menuntut transparansi dan meritokrasi yang dapat diuji publik. Tanpa itu, stabilitas berisiko dibaca sebagai sekadar kemampuan merawat keadaan, bukan mengubahnya.

    “Setahun bukan waktu yang panjang, tetapi cukup untuk menunjukkan arah,” kata Taufik.

    Jika kemacetan tetap meningkat, banjir kembali dinormalisasi, dan eksploitasi air tanah berlangsung tanpa penindakan yang jelas, maka publik wajar mempertanyakan efektivitas prioritas pemerintah daerah. 

    “Stabilitas tidak boleh menjadi alasan untuk menunda ketegasan. Jakarta membutuhkan kepemimpinan yang berani memastikan aturan ditegakkan tanpa pengecualian, demi melindungi kota dan generasi mendatang,” pungkas Taufik.



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

    February 22, 2026

    Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

    February 22, 2026

    Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

    February 22, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Tarif Dagang AS Jadi 10%, Seskab Teddy: Kita Sedia Payung Sebelum Hujan : Okezone Economy

    Program Presiden February 22, 2026

    Pemerintah Indonesia telah mengantisipasi berbagai skenario kebijakan tarif tersebut sejak sebelum putusan dikeluarkan. (Foto: Okezone.com/Setpres)…

    Julian Chalias Sebut Satria Muda Menang Berkat Kerja Sama Tim

    February 22, 2026

    Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

    February 22, 2026

    Semarak Ramadan, Ada Miniatur Masjid Omar Ibn Al-Khattab Berbahan 100 Kg Cokelat : Okezone Women

    February 22, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Tarif Dagang AS Jadi 10%, Seskab Teddy: Kita Sedia Payung Sebelum Hujan : Okezone Economy

    February 22, 2026

    Julian Chalias Sebut Satria Muda Menang Berkat Kerja Sama Tim

    February 22, 2026

    Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

    February 22, 2026

    Semarak Ramadan, Ada Miniatur Masjid Omar Ibn Al-Khattab Berbahan 100 Kg Cokelat : Okezone Women

    February 22, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.