cuaca ekstrem (foto: Okezone)
JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada awal Ramadan 2026. Hujan lebat disertai angin kencang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 26 Februari 2026.
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas berbagai fenomena atmosfer, mulai dari skala global hingga lokal, yang terjadi secara bersamaan sehingga meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Dipicu La Niña hingga Monsun Asia
Menurut analisis BMKG, kondisi La Niña lemah saat ini terdeteksi melalui nilai Southern Oscillation Index (SOI) dan Niño3.4. Hal ini berdampak pada peningkatan pembentukan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur.
Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase Indian Ocean (Samudra Hindia) diprediksi akan terus berkontribusi terhadap pasokan uap air di hampir seluruh wilayah Nusantara.
“Kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di wilayah Lampung, Laut Jawa, Sumatera Selatan, hingga Samudra Hindia barat Bengkulu,” tulis BMKG dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/2/2026).

