Pengecekan dilakukan guna memastikan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berlangsung aman, lancar, dan nyaman serta meninjau sejumlah ruas jalan nasional, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, hingga titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen Korlantas Polri dan tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam mengimplementasikan tagline nasional “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” selama momentum Lebaran 2026.
“Saya lihat (jalur) Trans Sumatera cukup terkendali, tetapi masih banyak kendaraan yang masih beroperasi. Mudah-mudahan nanti pada saat Operasi Ketupat, kendaraan yang over dimensi tidak melakukan operasional. Karena kita harus mengedepankan rekan-rekan dan saudara kita yang sedang mudik dan balik,” kata Agus.
Lanjut Agus, beban kendaraan di jalur arteri dapat terbagi sehingga kapasitas lalu lintas menjadi lebih optimal menuju Palembang, Riau, hingga Padang.
“Adanya Trans Sumatera dan tol ini sangat strategis. Karena tadi saya cek bahwa traffic counting itu satu hari sampai 5.000 kendaraan untuk tol. Artinya, ketika kendaraan beroperasi di Trans Sumatera atau arteri, sekarang bisa dibagi dengan adanya tol ini. Sehingga kapasitas volume kendaraan antara arteri dan tol ini tentunya akan memperlancar pemudik nanti yang menuju ke Palembang, Riau, termasuk ke Sumatera Barat,” tutur Irjen Pol Agus.
Dengan begitu, Irjen Agus Suryonugroho menegaskan, pemetaan potensi kerawanan macet dapat dicegah sedini mungkin
Termasuk mempersiapkan skema rekayasa lalu lintas seperti contraflow, one way, dan pengaturan arus di simpul-simpul transportasi.
“Kami ingin memastikan seluruh jalur yang akan dilalui pemudik dalam kondisi siap, baik dari sisi infrastruktur maupun kesiapan personel. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.

