Hal itu disampaikan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Ace Hasan Syadzily, menanggapi pro dan kontra keputusan Indonesia terpilih sebagai salah satu dari lima negara dalam struktur ISF dan akan mengirimkan 8.000 pasukan ke Rafah.
“Posisi tersebut sangat menentukan dalam upaya mendorong perdamaian di konflik antara Palestina dan Israel,” ujar Ace kepada wartawan, Senin 24 Februari 2026.
Indonesia dipercaya sebagai wakil komandan dalam misi ini. Ace menekankan, langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina bukan sekadar pernyataan politik.
“Bahwa Indonesia menunjukkan langkah-langkah konkret, bukan sekadar omon-omon, untuk mencapai perdamaian dan mendukung Palestina merdeka,” tegasnya.
Terkait kesiapan pengiriman 8.000 pasukan, Ace menyebut Indonesia memiliki pengalaman panjang dalam misi perdamaian dunia.
“Dari pengalaman TNI, Panglima TNI, dan Kementerian Pertahanan, kita sudah terbiasa terlibat aktif dalam proses perdamaian dunia. Kementerian Pertahanan dan TNI sudah menyiapkan prajurit-prajurit terlatih yang akan ditugaskan untuk menjaga perdamaian,” jelasnya.
Sebelumnya, Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers III, memastikan Indonesia akan menjadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza. Pengumuman ini disampaikan dalam KTT Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) di Donald J. Trump US Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis 19 Februari 2026.

