Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Gary Neville Ungkap Delapan Kiper Terbaik Sepanjang Sejarah Liga Premier

    February 24, 2026

    Direksi Transjakarta Butuh Penyegaran Pasca Kecelakaan di Jalur Langit

    February 24, 2026

    Ducati Santai Lihat Marc Marquez 3 Kali Jatuh di Tes Pramusim MotoGP 2026 Thailand : Okezone Sports

    February 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Kecerdasan dan Delegitimasi Nama Anies Baswedan

    Kecerdasan dan Delegitimasi Nama Anies Baswedan

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 24, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Kalimat itu diulang terus sampai terdengar seperti kebenaran.


    Tapi sebenarnya, dari mana label itu datang?

    Setiap kali Anies berbicara dengan runtut, membawa data, menyusun argumen dengan rapi, tidak semua orang merespons dengan bantahan yang setara. 



    Ada yang merasa tertantang. Ada yang merasa tidak nyaman. Ada yang merasa tidak mampu mengikuti cara berpikir yang sama.

    Ketika tidak mampu membalas dengan argumen, cara paling mudah adalah memberi label.

    Lebih gampang bilang “omon-omon” daripada membuka laporan kebijakan.

    Lebih mudah mengejek daripada membaca angka.
    Lebih praktis meremehkan daripada menyusun bantahan yang serius.

    Dan yang paling sering mengulang label itu bukanlah publik luas, melainkan sekelompok orang yang bekerja dengan pola yang sama, kalimat yang sama, dan narasi yang seragam. 

    Mereka tidak membahas data. Mereka tidak membedah kebijakan. Mereka hanya memastikan satu frasa terus berputar.

    Menyebut Anies hanya pintar bicara tanpa membahas kebijakannya, tanpa melihat capaian, tanpa membandingkan data, bukanlah kritik yang matang. 

    Itu sekadar upaya mereduksi figur melalui pengulangan.

    Kritik terhadap kebijakan tentu sah. Evaluasi kinerja tentu wajar. 

    Tetapi jika yang dilakukan hanya mengulang ejekan tanpa substansi, itu bukan diskusi. Itu penggiringan opini.

    Untuk membantah Anies secara serius, seseorang harus mau membaca. Harus mau melihat data banjir, integrasi transportasi, memahami data anggaran, dan kebijakan secara utuh. 

    Itu butuh usaha. Dan tidak semua orang mau berusaha.

    Di media sosial, kalimat pendek memang lebih cepat menyebar. Tapi pengulangan yang terkoordinasi bukanlah bukti kebenaran. 

    Ia hanya bukti bahwa ada orkestrasi narasi.
    Selebihnya adalah kaum yang memang memiliki keterbatasan dalam berfikir. 

    Kalau ada yang tersinggung oleh tulisan ini, mungkin bukan karena isinya keliru. 

    Tapi karena label yang selama ini diulang oleh mereka ternyata tidak pernah benar-benar diuji dengan data. 

    Lalu ketika beradu argumen secara langsung yang nampak nyata hanya kedunguan mereka.

    Geisz Chalifah
    Pegiat demokrasi



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Direksi Transjakarta Butuh Penyegaran Pasca Kecelakaan di Jalur Langit

    February 24, 2026

    Pemerintah Bagusnya Bermuhasabah soal Banyak WNI Ngebet Jadi WNA

    February 24, 2026

    Ini Strategi Telkom Hadapi Potensi Trafik Naik selama Ramadan

    February 24, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Gary Neville Ungkap Delapan Kiper Terbaik Sepanjang Sejarah Liga Premier

    Berita Olahraga February 24, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Inggris – Gary Neville baru-baru ini mengungkapkan daftar delapan kiper terbaik versi…

    Direksi Transjakarta Butuh Penyegaran Pasca Kecelakaan di Jalur Langit

    February 24, 2026

    Ducati Santai Lihat Marc Marquez 3 Kali Jatuh di Tes Pramusim MotoGP 2026 Thailand : Okezone Sports

    February 24, 2026

    Inter Kokoh di Puncak Klasemen, Cristian Chivu Bisa Fokus ke UCL

    February 24, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Gary Neville Ungkap Delapan Kiper Terbaik Sepanjang Sejarah Liga Premier

    February 24, 2026

    Direksi Transjakarta Butuh Penyegaran Pasca Kecelakaan di Jalur Langit

    February 24, 2026

    Ducati Santai Lihat Marc Marquez 3 Kali Jatuh di Tes Pramusim MotoGP 2026 Thailand : Okezone Sports

    February 24, 2026

    Inter Kokoh di Puncak Klasemen, Cristian Chivu Bisa Fokus ke UCL

    February 24, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.