Operasional Padel (foto: freepik)
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut ada tiga hal utama yang dikeluhkan warga terkait keberadaan lapangan padel di kawasan permukiman. Ketiga hal tersebut yakni persoalan parkir, kebisingan, dan jam operasional.
Pramono menjelaskan, persoalan parkir kerap dikeluhkan karena para pemain padel memarkirkan kendaraannya secara sembarangan hingga mengganggu akses mobilitas warga. Pasalnya, tidak semua lapangan padel di kawasan permukiman memiliki lahan parkir yang memadai.
“Parkir ini, mohon maaf, pemain padel ini rata-rata orang yang punya kemampuan membawa mobil sendiri. Dan mereka sering kali parkir di area perumahan karena tidak ada lokasi parkir, sehingga parkirnya sembarangan,” ujar Pramono, Selasa (24/2/2026).
Selain parkir, kebisingan juga menjadi sorotan. Menurutnya, sejumlah lapangan padel di Ibu Kota belum dilengkapi peredam suara, sehingga suara pemain dan pantulan bola masih terdengar hingga ke rumah warga.
“Kami sudah meminta kepada Dinas Pemuda dan Olahraga yang memberikan rekomendasi pembangunan lapangan padel baru, agar persoalan kebisingan menjadi perhatian utama,” katanya.

