Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah menjalankan tugas pelayanan sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku di lingkungan SPBU.
Menanggapi laporan tersebut, Anggota Komisi VI DPR Abdul Hakim Bafagih, menyampaikan apresiasi terhadap sikap tegas dan profesional operator SPBU yang tetap berpegang pada SOP dalam menjalankan tugasnya.
Menurutnya, kepatuhan terhadap SOP merupakan bagian penting dalam menjaga tata kelola pelayanan publik yang baik di sektor energi.
“Ini adalah bentuk profesionalisme yang seharusnya mendapat dukungan dan perlindungan, baik dari pengelola SPBU maupun dari Pertamina selaku pemilik merek dan penanggung jawab sistem distribusi BBM nasional,” ujar Hakim kepada wartawan, Selasa 24 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan, terlebih jika disertai ancaman pembunuhan, tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Legislator PAN itu juga mendorong aparat penegak hukum dan institusi terkait untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan berkeadilan.
“Jika benar melibatkan oknum aparat, maka penanganannya harus tegas dan terbuka. Penegakan hukum yang adil penting untuk menjaga kepercayaan publik serta memberikan rasa aman bagi para pekerja di lapangan,” tambahnya.
Selain itu, Hakim juga mendorong Pertamina untuk memberikan apresiasi secara terbuka kepada operator SPBU yang dinilai telah menunjukkan integritas dan keberanian dalam menjalankan aturan.
“Ini bisa menjadi contoh bagi operator lain di seluruh Indonesia bahwa kepatuhan pada aturan adalah prioritas utama dan akan mendapat dukungan penuh,” pungkasnya.

