Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Arteta Akui Buat Eze Kecewa, Rooney Kritik Bintang Arsenal

    February 24, 2026

    Pertamina Harus Apresiasi Petugas SPBU Disiplin SOP Hingga Dapat Ancaman

    February 24, 2026

    Purbaya Tekankan Harga Gas Blok Masela Harus Murah untuk Industri Domestik : Okezone Economy

    February 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Seperti Buah Simalakama, Antara Reputasi dan Tanggung Jawab Polri

    Seperti Buah Simalakama, Antara Reputasi dan Tanggung Jawab Polri

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 24, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Demikian antara lain disampaikan Ketua Dewan Pakar Nasdem, Peter F Gontha melihat citra Polri saat ini yang kerap dinilai negatif. 


    “Inilah yang disebut sebagai buah simalakama. Di satu sisi, polisi dituntut tegas (seperti) menghadapi balap liar, tawuran, dan geng motor meresahkan. Di sisi lain, setiap tindakan tegas berisiko memicu tuduhan pelanggaran jika berujung luka atau kecelakaan,” kata Gontha dikutip dari Facebook pribadinya, Selasa, 24 Februari 2026.

    Namun menurutnya, negara hukum tidak boleh berjalan berdasarkan reputasi masa lalu atau emosi kolektif. Proses hukum harus bertumpu pada fakta, unsur, serta pembuktian yang objektif.



    Peter mengingatkan adanya bahaya pergeseran dari asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) menjadi praduga bersalah terhadap aparat.

    Pasalnya, apabila setiap insiden langsung dianggap sebagai bentuk penganiayaan tanpa penyelidikan menyeluruh, maka aparat bisa menjadi ragu dalam bertindak, ketertiban umum berpotensi melemah, dan kelompok pelanggar hukum dapat merasa semakin berani.

    “Sebaliknya, jika setiap tindakan aparat selalu dibenarkan tanpa evaluasi, maka kepercayaan publik akan semakin runtuh. Karena itu, keseimbangan menjadi kunci,” lanjutnya.

    Dalam membentuk persepsi terhadap suatu peristiwa, pers dan opini publik punya peran besar. Menurutnya, media tidak seharusnya menghakimi sebelum proses hukum selesai, menggiring opini berdasarkan potongan video, atau membangun narasi yang memperkeruh situasi.

    Media juga tidak boleh menutup kritik, mengabaikan dugaan pelanggaran, atau menjadi corong pembenaran tanpa verifikasi.

    “Pers yang sehat adalah pers yang objektif, proporsional, dan berbasis fakta. Opini publik pun harus dibangun di atas informasi yang utuh, bukan asumsi,” tuturnya. 

    Di sisi lain, Peter menilai institusi kepolisian punya tanggung jawab besar dalam memperbaiki reputasi. Tidak cukup dengan pernyataan, melainkan langkah konkret seperti transparansi investigasi, evaluasi internal, pemberian sanksi tegas jika terbukti bersalah, serta perlindungan anggota yang bertindak sesuai prosedur.

    “Jika kita membiarkan prasangka mendahului fakta, maka hukum akan digantikan oleh persepsi. Setiap kejadian harus dilihat secara objektif,” tutupnya.



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Pertamina Harus Apresiasi Petugas SPBU Disiplin SOP Hingga Dapat Ancaman

    February 24, 2026

    Jokowi Bermain Drama soal Pernyataan Revisi UU KPK

    February 24, 2026

    PKS Usul Jalan Tengah ‘Stembus Accord’ untuk Ambang Batas Parlemen

    February 24, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Bos Agrinas Bantah Langgar Aturan dalam Impor 105.000 Mobil dari India : Okezone Economy

    Program Presiden February 24, 2026

    Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (Foto: Okezone.com/IMG) JAKARTA – Direktur…

    Arteta Akui Buat Eze Kecewa, Rooney Kritik Bintang Arsenal

    February 24, 2026

    Pertamina Harus Apresiasi Petugas SPBU Disiplin SOP Hingga Dapat Ancaman

    February 24, 2026

    Purbaya Tekankan Harga Gas Blok Masela Harus Murah untuk Industri Domestik : Okezone Economy

    February 24, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Bos Agrinas Bantah Langgar Aturan dalam Impor 105.000 Mobil dari India : Okezone Economy

    February 24, 2026

    Arteta Akui Buat Eze Kecewa, Rooney Kritik Bintang Arsenal

    February 24, 2026

    Pertamina Harus Apresiasi Petugas SPBU Disiplin SOP Hingga Dapat Ancaman

    February 24, 2026

    Purbaya Tekankan Harga Gas Blok Masela Harus Murah untuk Industri Domestik : Okezone Economy

    February 24, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.