Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tertinggal 3-1, Cristian Chivu Justru Minta Inter Bermain Tanpa Beban

    February 24, 2026

    Pengiriman TNI ke Gaza Harus Murni Misi Kemanusiaan

    February 24, 2026

    Ini Dia Pemilik Mie Sedaap yang PHK Massal Jelang Lebaran : Okezone Economy

    February 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Tolak Isi Bensin Subsidi, 3 Pegawai SPBU Jaktim Dihajar Terduga Aparat

    Tolak Isi Bensin Subsidi, 3 Pegawai SPBU Jaktim Dihajar Terduga Aparat

    PewartaIDBy PewartaIDFebruary 24, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Pria mengaku aparat menganiaya tiga pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 3413901 di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim), gara-gara korban menolak mengisi BBM subsidi jenis pertalite ke kendaraan pelaku. 

    Penganiayaan ini terjadi pada Minggu (22/2) malam, sekitar pukul 22.00 WIB. 

    “Betul, ada tiga korban pegawai kami yang diduga dianiaya oleh oknum aparat,” kata salah satu Staf SPBU 3413901, Mukhlisin (38) saat ditemui di SPBU Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Mukhlisin menjelaskan penganiayaan bermula ketika seorang pelanggan datang untuk mengisi Pertalite. Saat pemindaian kode batang (barcode), nomor polisi (nopol) kendaraan terdaftar sesuai dalam sistem, namun jenis mobil yang digunakan tidak cocok dengan data yang tertera.

    “Pelanggan tersebut mengisi Pertalite. Nomor barcode-nya sesuai, tapi mobilnya tidak sesuai dengan yang terdaftar. Jadi, peraturan di SPBU, nomor polisi dan mobil harus sesuai dengan datanya,” jelas Mukhlisin.





    Sesuai prosedur operasional standar (SOP), kata dia, petugas kemudian menolak pengisian Pertalite dan memberikan solusi alternatif. Pelanggan diarahkan untuk mengisi Pertamax, yang tidak menggunakan sistem kode batang.

    “Kalau tidak sesuai barcode, kami arahkan ke Pertamax. Karena Pertamax tidak pakai barcode, jadi tetap bisa dilayani. Untuk Pertalite memang wajib sesuai data,” ujar Mukhlisin.

    Penolakan itu justru memicu emosi pelanggan. Insiden pun terjadi dan berujung pada dugaan aksi kekerasan terhadap tiga pegawai SPBU.

    Tiga korban

    Mukhlisin menyebutkan total ada tiga korban dalam kejadian tersebut, yakni satu staf dan dua operator.

    Mereka adalah Ahmad Khoirul Anam, yang telah bekerja sekitar lima tahun sebagai staf, Lukmanul Hakim, operator yang baru enam bulan bekerja setelah lulus SMK dan Abud Mahmudin, operator dengan masa kerja sekitar empat tahun.

    “Khoirul Anam kena tamparan di pipi. Lukman dipukul di rahang sebelah kanan. Sementara Abud dipukul di bawah mata dan di pipi dekat mulut sampai giginya goyang,” kata Mukhlisin.

    Saat kejadian, satu operator sedang bertugas, satu staf berada di lokasi dan satu operator lainnya yang sebenarnya sudah selesai bekerja ikut keluar karena situasi ramai.

    Akibat insiden tersebut, ketiganya mengalami syok. Meski tidak dirawat di rumah sakit, para korban untuk sementara diliburkan sehari dan digantikan oleh staf lain.

    “Saat ini mereka syok, tapi cukup istirahat di rumah masing-masing,” ucap Mukhlisin.

    Salah satu korban bahkan mengaku diancam dibunuh oleh pelaku.

    Aksi tersebut viral di media sosial Instagram pada akun @nestagram. Terlihat dalam rekaman kamera pengawas (closed circuit television/CCTV) tersebut seorang pria mengenakan pakaian hitam memukul, menampar, hingga mendorong pegawai SPBU.

    Terlihat juga pria tersebut tengah membentak dan menunjuk pegawai yang bertugas dan menolak pengisian Pertalite.

    Mukhlisin berkata tiga pegawai SPBU korban penganiayaan juga tekah resmi melaporkan kekerasan yang mereka alami ke polisi.

    Tak lama setelah laporan dibuat, Propam Polda Metro Jaya langsung mendatangi lokasi untuk meminta keterangan.

    “Tadi sudah ke sini Propam Polda Metro Jaya sekitar pukul 16.00 WIB, minta keterangan terkait video kamera pengawas (closed circuit television/CCTV) tersebut,” ujarnya.

    Menurut Mukhlisin, respons aparat kepolisian cepat. Setelah laporan diterima, para korban langsung diarahkan menjalani visum untuk kepentingan penyelidikan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

    “Tanggapannya bagus, langsung. Tadi, langsung visum juga ke RS Polri Kramat Jati, langsung diproses,” ucap Mukhlisin.

    Tak hanya itu, Propam Polda Metro Jaya juga turun langsung ke SPBU untuk menindaklanjuti informasi dan video kejadian yang beredar di media sosial.

    Dihubungi secara terpisah, Pemilik SPBU 3413901 Ernesta mengatakan, dirinya sudah melaporkan langsung kejadian penganiayaan terhadap pegawainya ke Polsek Pulogadung.

    “Kami sudah laporkan juga ke Polsek Pulo Gadung seberang SPBU. Pegawai-pegawai saya yang luka-luka juga sudah divisum,” kata Ernesta saat dihubungi terpisah.

    (antara/wis)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Wajah Toleransi dari Petak Sembilan Lewat Tradisi Berbagi Takjil

    February 24, 2026

    Warga Pulomas Menang Gugatan PTUN, Izin Lapangan Padel Dicap Tidak Sah

    February 24, 2026

    Petugas SPBU Jaktim Korban Pria Ngaku Aparat: Saya Dipukul Bolak Balik

    February 24, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Tertinggal 3-1, Cristian Chivu Justru Minta Inter Bermain Tanpa Beban

    Berita Olahraga February 24, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Champions: Manajer Inter Milan, Cristian Chivu, meminta timnya untuk tampil lepas saat…

    Pengiriman TNI ke Gaza Harus Murni Misi Kemanusiaan

    February 24, 2026

    Ini Dia Pemilik Mie Sedaap yang PHK Massal Jelang Lebaran : Okezone Economy

    February 24, 2026

    Sylvain Francisco Bantah Capai Kesepakatan dengan Barcelona Basket

    February 24, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Tertinggal 3-1, Cristian Chivu Justru Minta Inter Bermain Tanpa Beban

    February 24, 2026

    Pengiriman TNI ke Gaza Harus Murni Misi Kemanusiaan

    February 24, 2026

    Ini Dia Pemilik Mie Sedaap yang PHK Massal Jelang Lebaran : Okezone Economy

    February 24, 2026

    Sylvain Francisco Bantah Capai Kesepakatan dengan Barcelona Basket

    February 24, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.