Puerto Vallarta, resor pantai di pesisir Pasifik Meksiko, menjadi salah satu titik utama aksi balasan kartel. Anggota CJNG memblokir jalan dan membakar kendaraan sebagai respons atas kematian pemimpin mereka.
Dikutip dari BBC, Rabu 25 Februari 2026, di tengah situasi kacau itu, orang-orang bersenjata menabrakkan kendaraan ke gerbang penjara sehingga 23 tahanan berhasil kabur. Hingga kini, identitas para narapidana yang melarikan diri belum diumumkan.
Operasi penangkapan El Mencho dan bentrokan yang menyusul menewaskan lebih dari 70 orang, termasuk 25 anggota Garda Nasional. Sekretaris Keamanan Negara Bagian Jalisco, Juan Pablo Hernandez, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan berbagai negara bagian untuk menangkap para buronan yang kabur.
Pemerintah menyatakan sebagian besar blokade jalan yang dibuat kelompok kartel telah dibersihkan pada Senin. Namun, laporan media lokal menyebutkan bahwa aksi kekerasan masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di negara bagian Michoacan, tempat kelahiran El Mencho. Di sana, kelompok bersenjata dilaporkan membakar kendaraan serta merusak toko dan bangunan publik.
Kekerasan juga berdampak pada sektor pariwisata. Warga dan wisatawan diminta tetap berada di dalam rumah atau mencari tempat aman setelah asap hitam terlihat membumbung di beberapa titik kota. Sejumlah maskapai menghentikan sementara penerbangan, dan sedikitnya dua kapal pesiar membatalkan jadwal singgah di Puerto Vallarta.
Selama ini El Mencho dikenal sebagai salah satu buronan paling dicari di Meksiko. Di bawah kepemimpinannya, CJNG berkembang menjadi organisasi kriminal transnasional yang terlibat dalam produksi dan perdagangan narkoba serta dikenal menggunakan kekerasan ekstrem terhadap aparat keamanan.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sebelumnya bahkan menyebutnya sebagai “target utama pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat sebagai salah satu penyelundup fentanyl terbesar ke tanah air kita” dan menawarkan hadiah 15 juta Dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.
El Mencho ditangkap di Tapalpa, negara bagian Jalisco, pada Minggu, setelah aparat melacak keberadaannya melalui salah satu pasangan asmaranya. Ia meninggal tak lama setelah ditangkap akibat luka tembak dalam baku tembak antara pengawalnya dan pasukan khusus Meksiko.

