
Yogyakarta, CNN Indonesia —
Polisi mengamankan 3 mahasiswa peserta aksi di depan Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY), Sleman, pada Selasa (24/2) malam.
Sebelumnya, massa terdiri dari ratusan orang menggelar aksi di depan Mapolda DIY sejak Selasa sekitar pukul 18.00 WIB. Sempat ricuh, aksi massa baru bubar sekitar pukul 20.20 WIB.
Bubarnya aksi tak lepas dari kehadiran massa lain yang memaksa kelompok massa pertama meninggalkan area sekitar Polda DIY.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan menuturkan, ketiga mahasiswa yang sempat ditangkap telah diserahkan kembali kepada pihak rektorat pukul 22.30 WIB.
“Kami telah menyerahkan kepada pihak rektorat yang sebelumya kami hubungi, kami koordinasikan untuk menjemput mahasiswanya. Kemudian, saat ini sudah pulang atau meninggalkan Mapolda,” kata Ihsan dalam keterangannya, Selasa (25/2) dini hari.
Mengenai jalannya aksi, Ihsan menyayangkan unjuk rasa harus berakhir ricuh serta disertai pengrusakan fasilitas berupa pagar sisi timur Mapolda DIY.
“Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan,” jelasnya.
Ia sekaligus menegaskan bahwa informasi yang beredar perihal adanya tembakan gas air mata maupun tembakan peringatan adalah tidak benar.
“Kami tegaskan bahwa selama kegiatan pengamanan, petugas tidak dilengkapi senjata. Suara yang terdengar di lokasi berasal dari petasan yang dibawa oleh massa aksi,” tegas Ihsan.
Polda turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, termasuk unsur Jaga Warga, yang ikut bersinergi bersama aparat menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Tak lupa, Ihsan menyampaikan bahwa pihaknya berbelasungkawa atas peristiwa di Tual, Maluku, yang menjadi latar belakang aksi tersebut.
“Kami dari Polda DIY turut berbelasungkawa yang mendalam untuk keluarga korban terkait peristiwa yang terjadi di Tual, Maluku. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.
(kum/dal)
[Gambas:Video CNN]
