
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia —
Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) dua periode (2008-2018) Alex Noerdin meninggal dunia hari ini, Rabu (25/2) siang di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta, pada usia 75 tahun.
Politikus senior Golkar itu menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 13.30 WIB setelah dirawat intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) akibat infeksi empedu disertai sumbatan saluran pankreas.
Juru bicara keluarga Alex Noerdin, Okta Alfarisi membenarkan kabar meninggalnya Alex Noerdin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Innalilahi wa inna ilaihi rojiun, telah berpulang ke rahmatullah suami/ papa/ mertua/ nek anang kami tercinta, H. Alex Noerdin bin H. Noerdin Pandji,” kata Okta lewat Instagram pribadinya.
Okta mengatakan, saat ini pihak keluarga tengah mengurus kepulangan jenazah ke Palembang.
“Jenazah saat ini sedang proses pemulangan ke Kota Palembang. Rumah Duka SPBU Merdeka,” ujarnya.
Karier politik hingga pemerintahan
Alex Noerdin lahir di Palembang pada 9 September 1950, sebagai putra ketiga dari tujuh bersaudara dari pasangan H Muhammad Noerdin Pandji dan Hj Siti Fatimah.
Mengutip dari berbagai sumber, dia menempuh pendidikan sarjana di Universitas Trisakti pada 1980 dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada 1981, serta mengikuti berbagai pelatihan internasional seperti United Nations Centre for Regional Development (UNCRD) Nagoya 1985 dan Program of the United Housing Urbanization Harvard University pada 1992.
Alex kemudian memulai karier birokrasi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Selatan dan sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang.
Kemudian, karier politiknya ketika dia bergabung dengan partai politik lalu ikut kontestasi pilkada hingga terpilih sebagai Bupati Musi Banyuasin (Muba) pada 2002 silam.
Pada periode kedua kepemimpinannya sebagai Bupati (2007-2012), ia mulai dikenal lebih luas, kemudian ia mengikuti Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan pada tahun 2008.
Pada 14 Juni 2008, dalam periode kedua masa jabatannya sebagai Bupati Muba, ia mengundurkan diri terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Sumsel.
Lalu ia menang dan menjabat sebagai Gubernur Sumsel hingga dua periode (2008-2013) dan (2013-2018).
Setelah terpilih pada Pilkada 2013, Alex Noerdin yang berpasangan dengan Ishak Mekki membangun infrastruktur olahraga karena Palemban menjadi tuan rumah SEA Games 2011 dan Asian Games 2018.
Selama menjabat, Alex aktif di organisasi seperti Ketua DPD Golkar Sumsel (2004-2009) dan berbagai kepengurusan olahraga nasional.
Ia juga pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 berpasangan dengan Nono Sampono, namun kalah.
Pascamenjabat sebagai Gubernur, ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI (2019-2024).
Kasus korupsi
Di ujung hidupnya, Alex Noerdin terjerat kasus korupsi.
Sebelumnya Kejati Sumsel menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi Pasar Cinde Palembang. Satu dari keempat tersangka itu adalah Alex Noerdin, yang telah menjalani proses penyidikan sejak 2023.
Dia kemudian menjalani persidangan sebagai terdakwa di PN Palembang. Mengutip dari detikSumbagsel, pada awal pekan ini terdakwa Alex seharusnya hadir dalam sidang sebagai saksi dalam kasus Pasar Cinde di PN Palembang, Senin (23/2).
Namun, dia tak bisa datang karena sakit dan sudah dilarikan ke RS Siloam Palembang lalu dirujuk ke Jakarta.
Dalam sidang itu, pengacara Alex, Titis Rachmawati di hadapan Majelis Hakim menjelaskan bahwa saat ini kondisi kliennya sedang kritis.
Menurut Titis, Alex Noerdin dirawat di rumah sakit sejak Jumat (20/2) sore karena kondisi penyakitnya cukup serius.
Mendengar hal tersebut Majelis Hakim Pengadilan Tipikor PN Kelas 1 A Palembang yang diketuai Fauzi Isra mengatakan bahwa sidang kasus dugaan korupsi revitalisasi pasar Cinde ditunda hingga dua pekan ke depan.
Dimakamkan di Palembang
Mengutip dari detikSumbagsel, jenazah Alex Noerdin pada hari ini masih disemayamkan di rumah anaknya, Dodi Reza Alex, di Jakarta.
Setelahnya besok jenazah diterbangkan ke Palembang ke rumah duka, lalu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebun Bunga Palembang.
“Besok pagi jenazah akan diterbangkan ke Palembang. Setibanya di Palembang, akan dibawa ke rumah duka di Jalan Merdeka, Kecamatan Bukit Kecil,” ujar Okta.
Setelah disemayamkan secara singkat di rumah duka, kemudian bada Zuhur jenazah akan dimakamkan di TPU Kebun Bunga yang menjadi lokasi pemakaman keluarga.
“Rencananya almarhum akan dimakamkan di makam keluarga di TPU Kebun Bunga Palembang,” jelasnya.
(kna/kid)
[Gambas:Video CNN]

