
Ambon, CNN Indonesia —
Warga Desa Fiditan Baru dan Desa Fiditan Lama, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku terlibat bentrok hingga Kapolres Kota Tual terluka akibat kena panah.
Peristiwa itu bermula saat warga dua kampung tetangga itu turun ke jalan dan berkumpul di perbatasan, Selasa (24/2) pukul 16:59 WIT. Mereka kemudian saling serang dengan peralatan perang seperti, busur panah, parang dan bom molotov.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Polisi Rositah Umasugi mengatakan Wakil Polres Tual Kompol Roni F. Manawan bersama personel Dalmas turun ke lokasi mengajak massa menyudahi bentrok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun karena bentrokan semakin tak terkendali, polisi terpaksa melepaskan tembakan gas air mata.
Kepala Polres Tual AKBP Whansi Des Asmoro lantas mengambil alih kendali lapangan guna memastikan langkah penanganan yang lebih terukur.
Dalam upaya melerai itulah Asmoro terkena busur panah di bagian lutut kaki kiri.
Tak hanya Kapolres, warga Fiditan Kampung Baru berusia 19 tahun juga dilaporkan mengalami luka di bagian kaki.
“Keduanya langsung dievakuasi ke RSUD Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis,” ujar Rositah melalui keterangan tertulis.
Rositah menambahkan untuk mencegah bentrokan susulan terjadi pihaknya menerjunkan BKO dari Yon C Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku. Mereka menjaga ketat dua titik yang menjadi lokasi bentrok.
Hingga akhirnya situasi di wilayah perbatasan desa baru berangsur membaik sekitar pukul 18:10 WIT. Massa dari kedua desa yang bertikai kembali ke rumah masing-masing.
Meski diklaim kondusif aparat masih tetap disiagakan untuk memastikan kondisi tetap kondusif serta mengantisipasi potensi provokasi.
TNI-Polri bersama pemerintah desa, perwakilan pemuda dari dua desa yang berkonflik menggelar pertemuan. Pertemuan tersebut digelar untuk menyatukan komunikasi, meredamkan emosi dan mencari solusi perdamaian berbasis musyawarah.
“Saat ini situasi di wilayah Fiditan atau perbatasan desa terpantau aman dan terkendali. Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan pendekatan humanis guna menjaga stabilitas dan merawat harmoni sosial di Kota Tual,” kata Rositah.
(sai/dal)
[Gambas:Video CNN]
