Demikian disampaikan politisi Partai Gerindra Arief Poyuono melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis 26 Februari 2026.
“Ini tidak beda dengan pengadaan alat peraga sekolah yang mengunakan anggaran pendidikan,” kata Arief.
Terkait anggaran pendidikan sebesar Rp769 triliun merupakan mandatory spending 20 persen dari APBN dan APBD yang harus dialokasikan murni untuk pendidikan, kata Arief, bukan semata tidak bisa digunakan untuk program MBG.
“Kenapa pemenuhan Gizi anak penting dalam pendidikan? Sebab gizi merupakan sari-sari makanan yang bermanfaat bagi kesehatan,” kata Arief.
Arief menegaskan bahwa gizi sangat diperlukan oleh tubuh karena berfungsi sebagai faktor pertumbuhan dan perkembangan serta tingkat kognitif seseorang.
“Seorang anak dengan gizi kurang akan mudah mengantuk dan kurang semangat sehingga dapat mempengaruhi proses belajar serta berpikirnya,” kata Arief.
Ia mendorong pola pikir para politisi diubah untuk mengartikan anggaran pendidikan yang dipakai untuk program MBG. Sebab nutrisi atau gizi adalah infrastruktur untuk Pendidikan.
“Anak yang lapar tidak dapat belajar secara efektif,” pungkas Arief.

