Berita MotoGP: Bursa transfer MotoGP menjelang musim 2027 memicu ketegangan di paddock. Seorang bos tim bahkan mengajukan keluhan langsung kepada CEO Dorna Sport, Carmelo Ezpeleta, karena harus membayar mahal pembalap yang sudah bersiap hengkang.
Pergerakan besar di bursa pembalap MotoGP menjelang era regulasi baru 2027 mulai menimbulkan dampak serius bagi sejumlah tim. Situasi tersebut bahkan memicu keluhan resmi kepada CEO MotoGP Sports Entertainment atau Dorna, Carmelo Ezpeleta.
Laporan media Spanyol El Periodico menyebutkan seorang manajer tim papan atas mengajukan protes karena kehilangan salah satu pembalap bintangnya sebelum musim 2026 dimulai. Meski kesepakatan kepindahan belum diumumkan secara resmi, berbagai kontrak disebut sudah disepakati di balik layar.
Keluhan tersebut berpusat pada beban finansial yang tetap harus ditanggung tim sepanjang musim berjalan.
“Saya harus membayar pembalap bintang saya tiga juta euro, tetapi sepanjang musim dia akan memikirkan motor berikutnya, bukan motor saya,” ujar manajer tersebut kepada Ezpeleta.
Meskipun tidak diungkapkan secara pasti siapakah rider tersebut, nilai gaji yang disebutkan mendekati £2,6 juta atau sekitar Rp48 miliar, angka yang diyakini berada di kisaran kontrak pembalap papan atas seperti Pedro Acosta atau Jorge Martin yang santer dikaitkan dengan perpindahan besar menjelang 2027.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasar pembalap MotoGP memang bergerak sangat agresif. Marc Marquez dikabarkan akan memperpanjang kontrak bersama Ducati, Pedro Acosta disebut menuju tim pabrikan Borgo Panigale, sementara Francesco Bagnaia dikaitkan dengan Aprilia setelah Yamaha memilih Jorge Martin. Fabio Quartararo juga disebut semakin dekat bergabung dengan Honda.
Menariknya hampir seluruh kesepakatan tersebut belum diumumkan secara resmi. Hal ini terjadi karena para pabrikan masih bernegosiasi dengan Dorna terkait perjanjian komersial baru periode 2027 hingga 2031.
Situasi tersebut membuat banyak tim berada dalam posisi sulit. Mereka harus menjalani musim penuh bersama pembalap yang masa depannya sudah ditentukan di tempat lain.
Ezpeleta sendiri disebut telah lama mengusulkan adanya sistem jendela transfer seperti olahraga sepak bola untuk menghindari konflik kepentingan. Namun usulan itu sebelumnya ditolak para pabrikan.
Selain soal komitmen, persoalan lain muncul terkait pengembangan motor baru. Pembalap yang akan pindah tim biasanya tidak diizinkan mengikuti tes motor musim berikutnya demi menjaga kerahasiaan teknis.
Di tengah kondisi tersebut, Marc Marquez justru berada dalam posisi menguntungkan. Jika tetap bersama Ducati, ia tetap bisa terlibat penuh dalam pengembangan motor regulasi baru 2027, sesuatu yang tidak dimiliki rival-rivalnya yang sedang bersiap pindah tim.
Dengan perubahan regulasi mesin 850cc yang semakin dekat, keputusan di luar lintasan kini sama pentingnya dengan performa di atas trek.
Artikel Tag: dorna, jorge martin, pedro acosta, motogp 2027
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/bos-tim-motogp-ngeluh-ke-dorna-bayar-mahal-rider-yang-akan-hengkang

