Berdasarkan laporan Reuters, berikut adalah posisi harga emas dan logam mulia lainnya pada penutupan perdagangan Kamis atau Jumat dini hari 27 Februari 2026 WIB.
Emas spot bertahan di level 5.168,72 Dolar AS per ons
Emas berjangka AS untuk kontrak April melemah 0,6 persen ke posisi 5.194,20 Dolar AS per ons
Perak spot justru anjlok 2,5 persen menjadi 87,14 Dolar AS per ons
Platinum merosot 2,2 persen ke level 2.236,37 Dolar AS per ons
Paladium melemah 1,9 persen ke angka 1.761,05 Dolar AS per ons
Analis FOREX.com, Razan Hilal, menyoroti bahwa emas dan perak saat ini sedang berupaya menembus titik resistance psikologis, masing-masing di level 5.200 Dolar AS dan 90 Dolar AS. Namun, karena penguatan belum stabil, Hilal memperingatkan adanya risiko koreksi harga jika kesepakatan geopolitik berhasil dicapai dalam waktu dekat.
Fokus utama pasar tertuju pada negosiasi nuklir di Jenewa. Meski pejabat senior Iran mengindikasikan adanya peluang kesepakatan jika Washington memisahkan isu nuklir dari agenda lainnya, ia mengakui masih ada perbedaan prinsip yang harus diselesaikan.
Sebagai aset safe-haven, emas tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian.
Selain isu Iran, beberapa faktor lain yang memengaruhi sentimen pasar, seperti kebijakan perdagangan AS dengan rencana kenaikan tarif impor dari 10 persen menjadi 15 persen atau lebih yang disampaikan Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer. Lalu, klaim pengangguran AS naik tipis dengan tingkat pengangguran Februari yang diprediksi stabil, menunjukkan pasar tenaga kerja masih tangguh.
Investor masih berekspektasi bahwa Federal Reserve akan melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak dua kali sepanjang tahun 2026.

