Anggota Komisi VI DPR RI Nasim Khan menegaskan PT Pertamina (Persero) perlu memastikan ketahanan pasokan energi nasional melalui penguatan stok, distribusi, hingga mitigasi risiko. Ia menilai konsumsi BBM darat dan Avtur untuk penerbangan hampir selalu melonjak signifikan setiap musim mudik.
Nasim menyebut penguatan cadangan BBM dan Avtur di Terminal BBM serta Depot Pengisian Pesawat Udara menjadi langkah awal yang krusial. Optimalisasi kilang domestik juga dinilai penting.
“Optimalisasi kilang domestik menjadi faktor kunci. Beberapa kilang strategis seperti Kilang Balongan dan Kilang Cilacap diharapkan beroperasi dengan tingkat utilisasi tinggi (high utilization rate) guna menjaga stabilitas pasokan nasional,” kata Nasim kepada wartawan, Jumat, 27 Februari 2026.
Di sisi distribusi, ia meminta koordinasi intensif dengan kepolisian dan Kementerian Perhubungan agar mobil tangki tetap lancar melintas di jalur padat, termasuk pengoperasian SPBU siaga, SPBU modular 24 jam, serta layanan BBM keliling.
“Penyediaan motorist (layanan BBM keliling) untuk mengurai antrean panjang dan penguatan jalur laut dan pipa juga perlu disiapkan, termasuk menyiagakan kapal tanker di wilayah kepulauan serta melakukan monitoring stok terminal secara real-time,” ujarnya.
Lonjakan pergerakan penerbangan juga menjadi sorotan. Nasim memperkirakan trafik penerbangan bisa naik 10–20 persen dibanding hari normal, terutama pada periode H-7 hingga H+7 Lebaran.
“Karena itu, stok Avtur di bandara besar seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Juanda harus ditingkatkan,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) sebagai mekanisme respons cepat jika terjadi gangguan distribusi. Konsumsi Pertalite dan Pertamax diperkirakan naik 10–30 persen selama mudik, sementara Solar meningkat di jalur logistik.
Nasim juga mengingatkan risiko kemacetan distribusi, cuaca buruk yang mengganggu kapal tanker, hingga potensi panic buying.
“Mitigasi harus disiapkan sejak awal, bukan saat H-3. Kesiapan energi saat mudik bukan hanya soal bisnis, tetapi menyangkut stabilitas nasional,” tegasnya.
Sinergi lintas lembaga, mulai dari Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Kepolisian hingga BUMN transportasi, perlu diperkuat agar pengamanan pasokan energi berjalan optimal.
“Ketujuh poin tersebut perlu diperhatikan oleh Pertamina supaya stok BBM dan Avtur tetap aman dan mudik bisa berjalan lancar,” tutup Nasim.

