
Jakarta, CNN Indonesia —
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menargetkan sebanyak 300.000 lanjut usia (lansia) menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gus Ipul mengatakan, program tersebut memprioritaskan lansia yang berusia 75 tahun ke atas yang hidup seorang diri dan penyandang disabilitas dan keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi harian.
“Ini lagi kita matangkan terus konsepnya. Ini kan sedang bertransformasi, dulu permakanan untuk lansia dan penyandang disabilitas, kita ini akan bertransformasi untuk menyesuaikan dengan MBG,” ujar Gus Ipul di Tangerang, Jumat (27/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, ratusan ribu lansia tersebut akan diusulkan sebagai penerima manfaat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) pada tahun ini. Dalam waktu dekat, distribusi MBG untuk kelompok rentan itu akan diuji coba di sejumlah wilayah.
“Kita harapkan secepatnya ya. Ini lagi mau uji coba dulu di beberapa titik,” jelasnya.
Gus Ipul menyebut, simulasi program telah dilakukan pada 2025 dengan menyasar 100.000 penerima manfaat.
“Kemarin kami simulasi sekaligus mengusulkan kira-kira antara 300 sampai 400 ribu penerima manfaat. Ini akan lebih besar lagi,” ungkap Gus Ipul.
Pada implementasinya nanti, pengolahan makanan bergizi untuk lansia tetap dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sementara mekanisme distribusinya akan melibatkan relawan sosial.
Selain bertugas mengantarkan makanan, para relawan juga akan diberikan pelatihan untuk mendampingi serta merawat lansia penerima manfaat.
“Petugas mengirim makanan itu, bisa dari Karang Taruna, bisa dari relawan-relawan, yang sekaligus kita harapkan nanti mereka bisa menjadi pengasuh atau perawat bagi para lansia,” tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
(dod/ins)

