Penguatan dolar sebelumnya didorong data Indeks Harga Produsen (PPI) Januari yang naik 0,5 persen, lebih tinggi dari perkiraan 0,3 persen.
Data ini memicu kekhawatiran bahwa inflasi masih bertahan, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga setidaknya hingga Juni. Meski begitu, pasar tetap memperkirakan pemangkasan suku bunga sekitar 62 basis poin hingga akhir tahun karena kekhawatiran perlambatan pasar tenaga kerja.
Indeks Dolar (DXY) turun tipis 0,12 persen ke 97,61 pada hari itu, tetapi tetap mencatat kenaikan bulanan sekitar 0,47 persen. Terhadap Euro, Dolar AS melemah tipis, sementara terhadap Yen Jepang juga turun secara harian, namun masih membukukan kenaikan bulanan.
Selain faktor inflasi, Dolar AS sempat mendapat dukungan dari permintaan aset aman di tengah ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Meski ada kemajuan pembicaraan nuklir yang dimediasi Oman, belum ada terobosan signifikan. Kenaikan harga minyak turut mencerminkan kewaspadaan pasar terhadap risiko konflik.
Secara keseluruhan, Dolar AS masih bergerak terbatas dan cenderung menunggu katalis baru, di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan AS.

