Hal tersebut disampaikan Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta Fahira Idris melalui keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 28 Februari 2026.
“Jakarta Ramadan Festival adalah strategi sosial dan ekonomi yang cerdas untuk gerakan ekonomi, memperkuat kebersamaan warga, serta menjadikan Jakarta tetap hidup dan semarak selama Ramadan dan Idulfitri,” kata Fahira.
Fahira menilai festival akan memiliki dampak ekonomi yang sangat besar. Keterlibatan 101 pusat perbelanjaan dengan target transaksi hingga Rp15 triliun menunjukkan optimisme terhadap perputaran ekonomi Ramadan.
Menurut Fahira, diskon hingga 70 persen, insentif pajak bagi hotel dan pusat belanja, serta promo transportasi umum menjadi stimulus nyata untuk menjaga konsumsi domestik.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan UMKM melalui UMKM corner dan kegiatan ekonomi kreatif seperti Jakarta Eid Modest Fashion di Tanah Abang yang memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif nasional .
“Momentum Ramadan harus menjadi pengungkit ekonomi rakyat,” kata Fahira.
Selain aspek ekonomi, Fahira Idris menilai Jakarta Ramadan Festival berhasil menghadirkan ruang kebersamaan di ruang publik melalui program seperti Jakarta Light Festival, Harmoni Ramadan, hingga Rebana Ramadan Kolosal di Bundaran Hotel Indonesia.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi membuka Jakarta Ramadan Festival di Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Jumat 27 Februari 2026. Festival ini digelar hingga 31 Maret 2026 dengan menghadirkan berbagai acara dan program diskon untuk masyarakat.

