Berdasarkan data terbaru dari Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 28 Februari 2026, sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia atau sebanyak 143,91 juta orang diperkirakan bakal melakukan perjalanan mudik tahun ini.
Lonjakan mobilitas yang masif ini masih didominasi oleh pergerakan di Pulau Jawa, baik sebagai titik keberangkatan maupun destinasi utama.
Dari sisi daerah asal, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pemudik terbanyak, yakni sekitar 30,97 juta orang. Di posisi berikutnya terdapat Jawa Tengah dengan 27,29 juta orang, DKI Jakarta sebanyak 19,93 juta orang, serta Jawa Timur sekitar 17,12 juta orang.
Sementara itu, untuk daerah tujuan, Jawa Tengah menjadi tujuan favorit para pemudik dengan jumlah mencapai 38,71 juta orang. Disusul Jawa Timur yang diperkirakan menerima 27,29 juta orang, kemudian Jawa Barat sebanyak 25,09 juta orang.
Data ini memperlihatkan bahwa arus mudik terbesar masih berputar di wilayah Jawa, baik sebagai titik keberangkatan maupun tujuan akhir.
Jawa Tengah secara khusus menjadi magnet utama, menegaskan posisinya sebagai kampung halaman bagi jutaan perantau, terutama yang bekerja di DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Dengan angka yang menembus hampir 144 juta jiwa, periode Lebaran 2026 menjadi tantangan besar bagi pemerintah.
Fokus utama terletak pada pengelolaan arus lalu lintas dan kesiapan infrastruktur transportasi guna memastikan jutaan orang tersebut dapat sampai ke tujuan dengan lancar dan aman.

