Mengatur manajemen tidur bulan puasa sangat krusial agar ibadah, pekerjaan, dan kesehatan fisik tetap optimal tanpa kendala berarti.
Kewajiban bangun lebih awal untuk santap sahur secara langsung mengubah ritme sirkadian alami tubuh. Transisi jadwal yang mendadak ini tak jarang memicu insomnia puasa jika tubuh tidak diberikan kesempatan untuk beradaptasi dengan baik.
Kurangnya jam istirahat berpotensi menurunkan daya konsentrasi, stabilitas emosi, hingga imunitas.
Menurut Dr. Ahmad Fauzi, 2022, dalam studi “Dampak Perubahan Ritme Sirkadian dan Pola Tidur Terhadap Kualitas Hidup Individu Selama Ramadan”, defisit tidur selama berpuasa secara signifikan meningkatkan risiko kelelahan kognitif dan penurunan kewaspadaan di siang hari.
Strategi Praktis untuk Tidur Berkualitas Selama Puasa
Optimalkan Jadwal Tidur dan Istirahat
Terapkan tips tidur sehat puasa dengan memajukan jam tidur malam segera setelah aktivitas ibadah tarawih selesai. Sebagai kompensasi, manfaatkan tidur siang singkat (power nap) selama 20-30 menit untuk menyegarkan kembali pikiran Anda.
Ciptakan Lingkungan Tidur yang Mendukung
Kualitas tidur puasa sangat dipengaruhi oleh suasana kamar. Pastikan ruangan dalam keadaan gelap, bersuhu sejuk, dan bebas dari kebisingan agar tubuh lebih cepat memasuki fase tidur lelap (deep sleep).
Kelola Asupan Makanan dan Minuman
Hindari minuman berkafein tinggi seperti kopi atau teh pekat saat berbuka puasa. Selain itu, batasi porsi makan berlebih menjelang waktu tidur malam agar sistem pencernaan tidak bekerja terlalu keras.
Rutinitas Relaksasi Sebelum Tidur
Bantu otak untuk lebih rileks dengan melakukan rutinitas ringan, seperti membaca atau mengatur napas, sehingga Anda bisa tertidur pulas dan bangun dengan segar saat sahur.

