Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Max Allegri Akan Pilih Duet Lini Tengah Berbeda di Laga Lawan Cremonese

    March 1, 2026

    Respons Menag, JK Tegaskan Zakat dan Wakaf Sama-Sama Penting

    March 1, 2026

    Kedubes Iran Klaim 200 Anak Perempuan Tewas dalam Serangan AS Israel : Okezone News

    March 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Khamenei Tewas, Masa Depan Iran Terombang-ambing

    Khamenei Tewas, Masa Depan Iran Terombang-ambing

    PewartaIDBy PewartaIDMarch 1, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Khamenei yang tutup usia pada 86 tahun telah memimpin Iran selama empat dekade, sejak 1989. Ia adalah panglima tertinggi yang memegang keputusan akhir atas semua kebijakan, baik politik, militer, maupun urusan agama. 


    Pasukan paramiliter Garda Revolusi Iran (IRGC) bahkan bertanggung jawab langsung kepada sang pemimpin tertinggi. 

    Meninggalnya Khamenei secara mendadak membuat masa depan Iran cukup terombang-ambing. Lantaran ia bukan hanya sekadar kepala negara, tetapi salah satu tokoh terakhir dari generasi pendiri Republik Islam Iran.



    Khamenei lahir di Mashhad pada 19 April 1939 dari keluarga ulama. Ia aktif dalam gerakan anti-Shah dan belajar di Qom di bawah ulama besar termasuk Ruhollah Khomeini, pendahulunya.

    Selama kepemimpinannya, Khamenei dilaporkan telah memperkuat IRGC dan program nuklir Iran. Di sisi lain, ia juga menghadapi berbagai konflik domestik dan tekanan internasional. 

    Pada akhir masa kekuasaannya, hampir semua keputusan strategis negara dipusatkan di tangannya. Sementara posisi Presiden Iran hanya berfungsi sebagai pelaksana administratif.

    Penerus Khamenei

    Berbagai gejolak politik di dalam negeri membuat Khamenei berusaha memperkuat posisinya. Ia disebut telah berusaha menyingkirkan tokoh-tokoh yang berpotensi menyainginya, seperti Mir-Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi. 

    Dengan menekan oposisi membuat sistem politik Iran sangat bergantung pada Khamenei seorang. 

    Tidak banyak nama yang disebutkan bisa menjadi penerus Khamenei. 

    Sebelumnya ada Presiden Ebrahim Raisi yang diyakini akan menggantikan posisi Khamenei. Namun ia meninggal dalam kecelakaan helikopter pada tahun 2024. 

    Meninggalnya Raisi membuat publik bertanya-tanya mengenai  garis suksesi. 

    Lalu muncul nama putra keduanya, Mojtaba Khamenei. Kendati begitu Mojtaba belum tentu bisa menggantikan sang ayah. 

    Meski Mojtaba memiliki pengaruh besar di belakang layar, posisi Pemimpin Tertinggi tidak diwariskan secara dinasti. 

    Di Iran, pemimpin dipilih oleh Majelis Ahli. Selain kuat secara politik, Mojtaba harus mendapatkan dukungan ulama senior, IRGC, dan elite untuk bisa menggantikan Khamenei. 

    Kendati begitu, banyak ulama senior tidak menyukai skenario dinasti. Hal ini juga berpotensi mendapatkan penolakan dari rakyat. 

    Ada beberapa kemungkinan kandidat lain, seperti Alireza Arafi, Sadeq Amoli Larijani, hingga mantan presiden Hassan Rouhani. 

    Skenario Lain

    Di tengah pertanyaan siapa yang bisa menggantikan Khamenei, ada skenario lain yang muncul. Jika tidak ada tokoh atau ulama yang kuat, IRGC bisa mengambil alih kekuasaan. 

    Dalam skenario ini, struktur teokrasi Iran bisa berubah dengan didominasi militer. Sementara ulama hanya berperan sebagai legitimasi. 

    Sementara itu, saat ini, Presiden Iran Ebrahim Raisi, bersama Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Eje’i, serta salah satu anggota Dewan Garda, akan memimpin negara selama proses transisi. rmol news logo article



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Respons Menag, JK Tegaskan Zakat dan Wakaf Sama-Sama Penting

    March 1, 2026

    Jadwal Penerbangan Internasional di Ngurah Rai Berantakan

    March 1, 2026

    Jokowi Cuci Tangan, Sudutkan DPR di Polemik UU KPK

    March 1, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Max Allegri Akan Pilih Duet Lini Tengah Berbeda di Laga Lawan Cremonese

    Berita Olahraga March 1, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Italia: Pelatih AC Milan, Max Allegri dilaporkan telah memilih duet lini depan…

    Respons Menag, JK Tegaskan Zakat dan Wakaf Sama-Sama Penting

    March 1, 2026

    Kedubes Iran Klaim 200 Anak Perempuan Tewas dalam Serangan AS Israel : Okezone News

    March 1, 2026

    Romano Schmid Lega Werder Bremen Berhasil Akhiri Puasa Kemenangan

    March 1, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Max Allegri Akan Pilih Duet Lini Tengah Berbeda di Laga Lawan Cremonese

    March 1, 2026

    Respons Menag, JK Tegaskan Zakat dan Wakaf Sama-Sama Penting

    March 1, 2026

    Kedubes Iran Klaim 200 Anak Perempuan Tewas dalam Serangan AS Israel : Okezone News

    March 1, 2026

    Romano Schmid Lega Werder Bremen Berhasil Akhiri Puasa Kemenangan

    March 1, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.