SEMARANG – Setelah mendapatkan pembekalan materi yang matang secara daring maupun luring pada hari pertama, rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Asesor Akreditasi Gugus Depan Kwarda Jawa Tengah kini memasuki hari kedua. Pada fase ini, 101 peserta dari unsur Kwarda dan Kwarcab se-Jawa Tengah langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan praktik simulasi visitasi dan penilaian di berbagai Gugus Depan (Gudep).
Praktik lapangan yang dilaksanakan pada hari kedua ini mencakup penilaian secara komprehensif pada semua golongan kepramukaan, yaitu Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega (SGTD). Langkah ini bertujuan untuk menguji kesiapan dan ketajaman para calon asesor dalam memotret kondisi riil pangkalan sebelum mereka kelak bertugas secara resmi di wilayah masing-masing.
Didampingi Puslitbang Kwarnas, Calon Asesor Kunjungi Empat Pangkalan Percontohan
Dalam praktik visitasi tersebut, para calon asesor dibagi ke dalam empat kelompok besar. Masing-masing kelompok tersebut mendapatkan keistimewaan karena didampingi dan disupervisi secara langsung oleh tim pakar dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kwartir Nasional.
Keempat kelompok asesor ini disebar untuk melakukan simulasi asesmen di empat pangkalan percontohan yang mewakili tiap jenjang pembinaan kepramukaan di Semarang, yakni:
-
Gugus Depan Pangkalan MI Darul Ulum (S)
-
Gugus Depan Pangkalan SMP 12 Semarang (G)
-
Gugus Depan Pangkalan UIN Walisongo (T)
-
Gugus Depan Pangkalan UNDIP (Universitas Diponegoro) (D)
Di keempat pangkalan tersebut, peserta mensimulasikan penerapan instrumen penilaian yang berfokus pada empat standar utama: Standar Pembinaan Anggota Muda, Standar Pengelolaan Anggota Dewasa, Standar Sarana dan Prasarana, serta Standar Administrasi, Keuangan, Organisasi, dan Kerjasama.
Berbekal materi Manajemen Mutu dan instrumen borang, para peserta melakukan observasi fasilitas Gudep serta wawancara langsung dengan Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) dan para Pembina. Tak luput dari perhatian, para asesor juga mengecek bukti fisik, seperti mencocokkan kesesuaian Buku Harian (Logbook), Surat Keputusan (SK), presensi latihan, pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK), hingga meninjau sub-folder Google Drive Gudep untuk memastikan dokumen telah terdigitalisasi dengan baik.
Memegang Teguh Kode Etik Asesor
Momen praktik ini sekaligus menjadi ajang pembuktian integritas. Peserta Bimtek secara langsung mengimplementasikan Kode Etik Asesor saat berhadapan dengan pengurus Gudep percontohan—seperti bersikap objektif, ramah, tidak melakukan intimidasi, serta menggali data riil tanpa memberikan penilaian yang bersifat subyektif.
Praktik visitasi ke empat Gugus Depan SGTD ini diharapkan mampu memantapkan skill para calon asesor. Harapannya, saat kembali ke Kwarcab masing-masing, mereka siap menjadi garda terdepan dalam mendorong perwujudan “Gugus Depan Ideal” yang bermutu dan terstandarisasi di Jawa Tengah.
Seluruh momen antusiasme, proses wawancara, dan pengecekan dokumen selama praktik lapangan di hari kedua ini telah didokumentasikan secara lengkap.
Gugus Depan Pangkalan MI Darul Ulum

🔗 Lihat Dokumentasi Lengkap Praktik Lapangan (SGTD) melalui tautan berikut: Dokumentasi Drive Hari Ke-2 Bimtek Asesor Akreditasi Gudep

