Jakarta

    Ribuan pelayat ikut mengantarkan almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas usai dilindas rantis Brimob, ke tempat peristirahatan terakhirnya. Suasana haru menyelimuti pemakaman Affan Kurniawan.

    Pantauan detikcom di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2026) sejumlah rekan ojol mendoakan Affan di samping pusara. Mereka tampak khusyuk dan beberapa terlihat menitikan air mata.

    Hamid (40) misalnya, rekan ojol Affan yang ikut berdoa dengan beberapa orang setelah sejumlah tokoh meninggalkan lokasi. Hamid tampak menangis haru saat doa-doa terus dirapalkan.


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



    Dia berdoa sambil menengadahkan tangan dan sesekali memegang nisan almarhum. Hamid memang tak dekat dengan Affan, tapi mengenal dan kerap bertemu saat mencari orderan di wilayah Jakarta Pusat.




    Hamid sedih karena orang yang dia kenal memiliki sifat baik kini telah tiada. Kehadirannya ini juga menjadi bentuk solidaritas rekan-rekan ojol.

    “Ya saya kenal, kadang kita ketemu kalau cari orderan. Kita ngobrol, ngopi. Saya nggak percaya tiba-tiba ada kabar dia meninggal. Ya sedih,” kata Hamid seusai mendoakan Affan.

    Di mata Hamid, Affan adalah sosok yang riang tapi punya rasa hormat terhadap yang lebih tua. Kini dia hanya bisa mengenang Affan dalam sebuah nama.

    “Anak baik yang saya tahu ya. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,” ungkapnya.

    Rekan ojol ikut mengantarkan Affan Kurniawan ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Karet Bivak, Jakarta. (Foto: Kurniawan/detikcom)

    Seperti diketahui, Affan Kurniawan tewas setelah dilindas rantis Brimob di Jakarta, Kamis (28/8). Insiden ini memicu aksi massa yang menggeruduk Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf atas kendaraan taktis (rantis) Brimob menabrak ojol. Sigit menegaskan pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk segera mengambil langkah penanganan.

    “Saya sangat menyesali terhadap insiden yang terjadi, dan mohon maaf sebesar-besarnya atas peristiwa ini,” kata Sigit dalam keterangan tertulis, Kamis (28/8).

    Sigit menegaskan Polri akan bertanggung jawab penuh terhadap korban. Ia kembali menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban maupun komunitas ojek online.

    “Sekali lagi saya mohon maaf kepada korban dan seluruh keluarga korban, dan juga seluruh keluarga besar ojol,” tuturnya.

    Jenderal Sigit juga mengatakan pihaknya telah bertemu dengan perwakilan RT dan RW di kediaman keluarga korban. Kapolri menyatakan Polri siap membantu seluruh proses pemakaman korban.

    “Tadi kami menyampaikan belasungkawa dan minta maaf dari institusi kami atas musibah yang terjadi. Kami juga bertemu dengan lingkungan ada RT, ada pengurus masjid, ada RW, kami berkomunikasi untuk mempersiapkan pemakaman dan juga hal-hal lain yang diminta oleh keluarga almarhum,” jelas Kapolri.

    Halaman 2 dari 2

    (mea/mea)







    Source link

    Share.