Dikutip dari 9News, Sabtu 29 November 2025, Jetstar mengatakan bahwa beberapa penerbangan masih sempat lepas landas pada pagi hari, namun banyak jadwal lain yang terpaksa ditunda. Maskapai belum dapat memastikan berapa lama gangguan ini akan berlangsung dan berjanji memberikan pembaruan hari ini. Air New Zealand juga dipastikan terdampak.
Dalam pernyataannya, Airbus menjelaskan bahwa analisis terbaru menemukan radiasi matahari ekstrem dapat merusak data penting dalam sistem kontrol penerbangan A320, sehingga perlu dilakukan pembaruan perangkat lunak di seluruh armada.
Pilot sekaligus analis penerbangan, Richard de Crespigny, menegaskan bahwa masalah ini bukan berasal dari kerusakan sistem kendali pesawat, melainkan dari kebutuhan untuk memperbarui data agar pesawat bisa membaca kondisi radiasi ekstrem dengan benar.
“Airbus menginstruksikan lebih dari 10.000 pesawat A320 di seluruh dunia untuk memperbarui perangkat lunaknya, agar kesalahan data akibat radiasi matahari dapat diperbaiki,” ujarnya.
Proses pembaruan ini diprediksi membutuhkan waktu karena setiap pesawat harus dijadwalkan masuk hanggar dan ditangani oleh teknisi. Jika jumlah teknisi terbatas, prosesnya bisa semakin panjang.
Jetstar dijadwalkan merilis pembaruan informasi bagi penumpang yang terdampak.

