Operator kapal pesiar asal Belanda, Oceanwide Expeditions, mengonfirmasi bahwa sebanyak 30 penumpang telah meninggalkan kapal MV Hondius saat bersandar di wilayah terpencil Inggris, Saint Helena. Langkah disembarkasi ini menjadi sorotan tajam setelah kapal tersebut melaporkan adanya temuan kasus Hantavirus yang fatal di atas dek.
Pihak operator menyatakan bahwa dari 30 individu yang turun pada 24 April 2026 tersebut, termasuk di dalamnya adalah jenazah seorang penumpang yang meninggal dunia pada 11 April saat kapal masih berlayar. Oceanwide Expeditions menegaskan bahwa seluruh pihak yang telah meninggalkan kapal kini berada dalam pantauan dan komunikasi intensif otoritas terkait.
Koordinasi Lintas Negara dan Peran WHO
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa telah mengambil langkah diplomasi kesehatan dengan menginformasikan 12 negara bahwa warga negara mereka sempat turun di Saint Helena. Daftar negara tersebut mencakup Inggris, Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turki, hingga Amerika Serikat.
Gubernur Saint Helena, Nigel Phillips, dalam pernyataan resminya mengakui bahwa pulau yang dihuni oleh sekitar 4.400 jiwa tersebut kini tengah menghadapi krisis yang tidak terduga. Meskipun demikian, pemerintah Saint Helena menekankan bahwa hingga saat ini belum ada kasus terkonfirmasi di tengah masyarakat lokal, dan risiko infeksi publik masih dikategorikan rendah.
Langkah Preventif dan Isolasi Mandiri
Sebagai langkah mitigasi, otoritas kesehatan setempat memberlakukan protokol ketat terhadap individu yang teridentifikasi melakukan kontak erat dengan penumpang yang sakit. Mereka diinstruksikan untuk menjalani isolasi mandiri selama 45 hari guna memastikan virus tidak menyebar lebih luas di daratan.
Situasi ini semakin kompleks setelah dilaporkan adanya penumpang lain dari kapal yang sama meninggal dunia di rumah sakit Johannesburg, Afrika Selatan, setelah sempat menggunakan layanan penerbangan komersial. Kasus ini, bersama dengan seorang pasien asal Inggris yang kini dirawat intensif, telah dikonfirmasi positif Hantavirus, yang memicu kewaspadaan tinggi di jalur transit internasional.
Peristiwa dan catatan statistik ini nantinya akan menjadi metrik perbandingan (komparasi) yang valid untuk memantau dinamika hasil pertandingan berikutnya.

