NIKOSIA – Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran kini merembet ke wilayah Mediterania. Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Akrotiri di Siprus dilaporkan menjadi target serangan pesawat tak berawak (drone) pada Senin dini hari (2/3/2026).
Serangan ini menandai pertama kalinya fasilitas militer Inggris di Siprus diserang sejak tahun 1986, memicu kekhawatiran akan keterlibatan langsung negara-negara Eropa dalam konflik tersebut.
Kronologi Serangan
Menurut pernyataan Presiden Siprus, Nikos Christodoulides, sebuah drone jenis Shahed—yang identik dengan teknologi Iran—menabrak fasilitas militer pada pukul 00:03 waktu setempat.
Dampak: Serangan tersebut menyebabkan kerusakan minor pada bangunan pangkalan.
Tindakan Darurat: Otoritas pangkalan segera menginstruksikan personel dan warga di sekitar Akrotiri untuk tetap berada di dalam ruangan (shelter in place).
Intersepsi: Beberapa sumber menyebutkan bahwa Inggris berhasil menjatuhkan drone kedua sebelum mencapai target, meski informasi ini masih dalam tahap verifikasi.
Dampak Persetujuan PM Keir Starmer
Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, memberikan lampu hijau kepada Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan-pangkalan militer Inggris guna meluncurkan serangan ke Iran. Sebelumnya, London sempat menolak izin tersebut karena kekhawatiran pelanggaran hukum internasional.
Kementerian Pertahanan Inggris mengonfirmasi bahwa pasukan mereka saat ini berada dalam tingkat perlindungan tertinggi (highest level of force protection) untuk menghadapi “situasi yang sedang berlangsung.”
Posisi Pemerintah Siprus dan Uni Eropa
Presiden Christodoulides menegaskan bahwa Republik Siprus tidak terlibat dalam operasi militer apa pun. “Negara kami bukan bagian dari operasi ini dan tidak berniat untuk menjadi bagian darinya,” tegasnya guna meredam kekhawatiran warga lokal.
Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan dukungannya terhadap Siprus sebagai negara anggota Uni Eropa. Ia menegaskan bahwa blok tersebut berdiri teguh menghadapi ancaman apa pun terhadap anggotanya, meskipun target serangan adalah pangkalan Inggris yang dianggap sebagai wilayah kedaulatan Britania Raya.
Mengapa Pangkalan Akrotiri Penting?
RAF Akrotiri merupakan titik strategis vital bagi militer Inggris di Timur Tengah. Pangkalan ini sering digunakan untuk operasi militer di Irak, Suriah, dan Yaman. Dengan diberikannya izin bagi AS untuk menggunakan fasilitas ini, posisi Akrotiri kini berada di garis depan ketegangan antara Barat dan Iran.
Diterjemahkan dan diadaptasi dari laporan Al Jazeera (2 Maret 2026).

