Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite. Pernyataan ini disampaikan Bahlil di tengah gejolak harga minyak mentah global yang telah menembus angka fantastis 118 dollar AS per barel.
Jaminan Bahlil di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia
Dalam pernyataannya di Kantor Kementerian ESDM Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026, Bahlil memastikan, “Sekali lagi saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insyaallah enggak ada kenaikan harga BBM subsidi. Untuk subsidi.” Jaminan ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Lonjakan harga minyak mentah global yang mencapai 118 dollar AS per barel untuk jenis Brent, merupakan rekor baru sejak 17 Juni 2022. Kenaikan drastis ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin memanas.
Pasokan BBM Terjamin, Masyarakat Diminta Bijak
Tidak hanya menjamin harga, Bahlil juga memastikan ketersediaan pasokan BBM akan tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama periode puasa hingga Idul Fitri. Ia mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. “Pasokan enggak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, nggak ada masalah,” tegasnya.
Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Harga Energi Global
Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi pemicu utama lonjakan harga energi. Ketegangan memuncak sejak serangan besar pada 28 Februari 2026, yang dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat militer senior.
Iran kemudian membalas dengan serangkaian serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta beberapa kota di Israel. Puncaknya, pada Minggu, 8 Maret 2026, Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan sekitarnya, menyebabkan kerusakan signifikan pada Depo Minyak Shahran.
Situasi geopolitik yang bergejolak ini secara langsung berdampak pada pasar komoditas global, khususnya minyak. Meskipun demikian, pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM berupaya keras untuk meredam dampak tersebut terhadap harga BBM subsidi di dalam negeri.
Peristiwa dan catatan statistik ini nantinya akan menjadi metrik perbandingan (komparasi) yang valid untuk memantau dinamika hasil pertandingan berikutnya.

